Nilai tertinggi nominal Bitcoin adalah 126.000 USD (Oktober 2025), tetapi setara dengan 99.848 USD menurut dolar tahun 2020
Inflasi AS telah mengurangi daya beli dolar sebesar 20% sejak 2020, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS
Perkiraan bisa turun menjadi 65.000 USD pada tahun 2026, tetapi permintaan lindung nilai terhadap inflasi tetap mendukung secara kuat
Fakta mengejutkan: Bitcoin belum pernah benar-benar melewati batas 100K USD
Meskipun Bitcoin mencapai puncak nominal 126.000 USD pada Oktober 2025, ketika disesuaikan dengan inflasi menggunakan dolar tahun 2020 sebagai standar, nilai tertinggi sebenarnya hanya mencapai 99.848 USD. Temuan ini diungkapkan secara menarik oleh Alex Thorn, Kepala Penelitian di Galaxy, saat menganalisis dampak CPI (Indeks Harga Konsumen) terhadap nilai riil dari mata uang kripto terkemuka.
Temuan ini bukan sekadar angka akademik, melainkan mencerminkan kenyataan keras: inflasi telah mengikis keuntungan tampak mengesankan dari Bitcoin. Satu dolar hari ini hanya mampu membeli 80% dari nilai tahun 2020, setara dengan kenaikan harga komoditas sebesar 1,25 kali. Indeks CPI terbaru menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,7%, mencerminkan tekanan berkelanjutan dari inflasi terhadap ekonomi AS.
Dolar Lemah - Pemicu Gelombang Investasi Lindung Nilai
Yang menarik adalah melemahnya dolar AS justru menciptakan peluang bagi Bitcoin. Indeks Dolar AS (DXY) telah turun 11% pada tahun 2025, menjadi 97,8, mencapai level terendah dalam tiga tahun pada bulan September. Gerakan ini memicu “gelombang investasi lindung inflasi”, saat para investor beralih ke aset seperti Bitcoin untuk menjaga nilai.
Inflasi AS sempat mencapai puncaknya 9% pada pertengahan 2022 setelah COVID-19, dan meskipun telah menurun ke level terendah sejak 2021, tetap di atas target 2% Federal Reserve. Konteks ini menjelaskan mengapa investor tetap mencari alat lindung nilai, meskipun ada kekhawatiran tentang regulasi dan prediksi negatif.
Pasar Saat Ini: Dari 90K ke 100K, dan Pertanyaan Lebih Besar
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar 90,66K USD, membuat diskusi tentang level 100K menjadi semakin panas. Beberapa analisis memperkirakan Bitcoin bisa turun ke 65.000 USD pada tahun 2026 di tengah spekulasi regulasi, tetapi bukti on-chain dan tindakan organisasi besar menceritakan kisah yang berbeda.
VanEck berpendapat bahwa pergerakan terbaru hanyalah koreksi sehat dari pasar, bukan keruntuhan. Aktivitas on-chain menunjukkan perbedaan yang jelas: produk perdagangan di bursa menunjukkan arus keluar, tetapi kas perusahaan tetap membeli secara agresif, dan investor jangka panjang mempertahankan posisi mereka. Penyerahan dari penambang dan selera risiko yang menurun biasanya dianggap sebagai indikator kontra, menandakan stabilitas harga yang akan datang.
Singkatnya, ketika menilai nilai riil Bitcoin daripada hanya melihat angka nominal, ceritanya menjadi lebih kompleks. Para investor perlu memahami bahwa target 100K USD bukan angka yang tidak berarti—itu adalah simbol kepercayaan bahwa Bitcoin dapat melewati tekanan inflasi global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin belum benar-benar melewati 100K USD berdasarkan nilai riil - Galaxy Research mengumumkan temuan mengejutkan
###Kunci
Fakta mengejutkan: Bitcoin belum pernah benar-benar melewati batas 100K USD
Meskipun Bitcoin mencapai puncak nominal 126.000 USD pada Oktober 2025, ketika disesuaikan dengan inflasi menggunakan dolar tahun 2020 sebagai standar, nilai tertinggi sebenarnya hanya mencapai 99.848 USD. Temuan ini diungkapkan secara menarik oleh Alex Thorn, Kepala Penelitian di Galaxy, saat menganalisis dampak CPI (Indeks Harga Konsumen) terhadap nilai riil dari mata uang kripto terkemuka.
Temuan ini bukan sekadar angka akademik, melainkan mencerminkan kenyataan keras: inflasi telah mengikis keuntungan tampak mengesankan dari Bitcoin. Satu dolar hari ini hanya mampu membeli 80% dari nilai tahun 2020, setara dengan kenaikan harga komoditas sebesar 1,25 kali. Indeks CPI terbaru menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,7%, mencerminkan tekanan berkelanjutan dari inflasi terhadap ekonomi AS.
Dolar Lemah - Pemicu Gelombang Investasi Lindung Nilai
Yang menarik adalah melemahnya dolar AS justru menciptakan peluang bagi Bitcoin. Indeks Dolar AS (DXY) telah turun 11% pada tahun 2025, menjadi 97,8, mencapai level terendah dalam tiga tahun pada bulan September. Gerakan ini memicu “gelombang investasi lindung inflasi”, saat para investor beralih ke aset seperti Bitcoin untuk menjaga nilai.
Inflasi AS sempat mencapai puncaknya 9% pada pertengahan 2022 setelah COVID-19, dan meskipun telah menurun ke level terendah sejak 2021, tetap di atas target 2% Federal Reserve. Konteks ini menjelaskan mengapa investor tetap mencari alat lindung nilai, meskipun ada kekhawatiran tentang regulasi dan prediksi negatif.
Pasar Saat Ini: Dari 90K ke 100K, dan Pertanyaan Lebih Besar
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar 90,66K USD, membuat diskusi tentang level 100K menjadi semakin panas. Beberapa analisis memperkirakan Bitcoin bisa turun ke 65.000 USD pada tahun 2026 di tengah spekulasi regulasi, tetapi bukti on-chain dan tindakan organisasi besar menceritakan kisah yang berbeda.
VanEck berpendapat bahwa pergerakan terbaru hanyalah koreksi sehat dari pasar, bukan keruntuhan. Aktivitas on-chain menunjukkan perbedaan yang jelas: produk perdagangan di bursa menunjukkan arus keluar, tetapi kas perusahaan tetap membeli secara agresif, dan investor jangka panjang mempertahankan posisi mereka. Penyerahan dari penambang dan selera risiko yang menurun biasanya dianggap sebagai indikator kontra, menandakan stabilitas harga yang akan datang.
Singkatnya, ketika menilai nilai riil Bitcoin daripada hanya melihat angka nominal, ceritanya menjadi lebih kompleks. Para investor perlu memahami bahwa target 100K USD bukan angka yang tidak berarti—itu adalah simbol kepercayaan bahwa Bitcoin dapat melewati tekanan inflasi global.