Apa yang Mendorong Prediksi Harga Emas untuk 2026? Analisis Ahli & Ramalan Utama

Pasar emas telah menyaksikan momentum luar biasa, dengan harga naik lebih dari 60 persen sejak awal 2025. Menjelang 2026, beberapa lembaga keuangan menerbitkan analisis prediksi harga emas mereka, menunjukkan bahwa logam mulia ini bisa melanjutkan tren kenaikannya. Tapi faktor apa yang mendorong reli ini, dan apa yang harus diperhatikan investor?

Ke Mana Para Analis Memperkirakan Harga Emas Akan Pergi?

Lembaga keuangan terkemuka telah merilis target prediksi harga emas untuk 2026, dengan sebagian besar perkiraan berkumpul di kisaran yang mencolok. Morgan Stanley percaya emas bisa melampaui US$4.500 per ons pada pertengahan 2026, sementara Goldman Sachs memprediksi level setinggi US$4.900. Bank of America mengambil sikap yang lebih optimis, memperkirakan bahwa emas bisa menembus US$5.000 selama tahun tersebut. Metals Focus memperkirakan rata-rata tertinggi tahunan sebesar US$4.560, dengan puncak kuartal keempat yang berpotensi mencapai US$4.850. Grup B2PRIME juga memperkirakan harga rata-rata sekitar US$4.500 untuk 2026.

Target prediksi harga emas ini bukanlah sembarangan—mereka didasarkan pada dinamika pasar tertentu yang diharapkan para analis akan bertahan dan meningkat sepanjang tahun.

Faktor Penggerak Utama Pasar di Balik Prediksi Harga Emas 2026

Ketidakpastian Geopolitik dan Permintaan Safe-Haven

Ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dan ketidakpastian kebijakan secara fundamental telah mengubah cara investor memandang emas. Pembelian oleh bank sentral melonjak di 2025, dan lembaga keuangan memperkirakan tren ini akan semakin cepat di 2026. Arus masuk ETF ke produk emas telah signifikan, mencerminkan bagaimana investor institusional dan ritel sama-sama memperlakukan logam ini sebagai asuransi portofolio. Joe Cavatoni, kepala strategi pasar di World Gold Council, menekankan bahwa “risiko dan ketidakpastian” akan tetap menjadi narasi dominan: “Tantangan ini akan bertahan di 2026, yang akan diterjemahkan ke dalam arus ETF yang terus kuat dan permintaan dari bank sentral.”

Faktor Risiko Sektor AI

Faktor pendukung kedua yang semakin banyak dibahas untuk emas di 2026 melibatkan potensi kelemahan dalam saham kecerdasan buatan (AI). Michael Hartnett dari Bank of America Global Research mengidentifikasi emas sebagai lindung nilai terkuat jika gelembung AI mengalami koreksi. Analis Macquarie sepakat, menyarankan bahwa jika perusahaan teknologi gagal memberikan hasil dari investasi AI mereka yang besar, emas menjadi pilihan defensif. Tekanan kebijakan perdagangan terhadap perdagangan global dapat memperburuk dinamika ini, berpotensi mempercepat koreksi sektor AI yang diperkirakan banyak analis.

Dolar dan Lingkungan Suku Bunga

Harga emas bergerak berlawanan dengan dolar AS dan suku bunga riil—sebuah hubungan yang tetap menjadi pusat dalam model prediksi harga emas apa pun. Dengan Federal Reserve diperkirakan akan menghadapi tekanan fiskal yang meningkat, pemotongan suku bunga tampaknya semakin mungkin di 2026. Kebijakan administrasi Trump juga memberi tekanan pada Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter, sementara perubahan yang diantisipasi dalam kepemimpinan Fed dapat menghasilkan sikap yang lebih dovish.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya melemahkan dolar, menciptakan angin sakal ganda bagi emas. Selain itu, Fed mengumumkan akan mengakhiri pelonggaran kuantitatif pada 1 Desember, menandakan potensi pergeseran menuju pelonggaran kuantitatif—sebuah perkembangan yang secara historis mendukung valuasi emas. Defisit anggaran AS yang melebihi US$1,8 triliun setiap tahun menciptakan tekanan struktural agar bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih rendah, sebuah kenyataan yang semakin diakui para investor.

Apa Artinya Ini untuk Portofolio Anda

Konvergensi risiko geopolitik, potensi koreksi pasar saham, tantangan fiskal, dan perkiraan perubahan kebijakan moneter menciptakan kasus yang menarik untuk emas di 2026. Konsensus prediksi harga emas di antara lembaga utama menunjukkan potensi kenaikan yang berarti, dengan kisaran US$4.500 hingga US$5.000 sebagai zona perdagangan yang kemungkinan besar untuk tahun ini.

Bagi investor yang khawatir tentang ketahanan portofolio di tengah ketidakpastian makro, faktor-faktor ini menunjukkan bahwa daya tarik emas sebagai alat pelestarian kekayaan kemungkinan tidak akan berkurang di 2026. Kombinasi dukungan struktural dan katalis berbasis peristiwa menjadikan logam ini sebagai fokus dalam banyak kerangka prediksi harga emas para penasihat untuk tahun mendatang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)