Pengamat pasar IG merilis proyeksi komoditas terbaru yang menarik perhatian. Pasar komoditas tahun 2026 diperkirakan akan menunjukkan perkembangan yang beragam, dengan kemungkinan perbedaan besar harga antara logam mulia dan minyak mentah.
Harga emas diperkirakan mencapai 5.000 dolar dengan kondisi yang menguntungkan
Dalam hal pasar emas, pandangan optimis menjadi arus utama. Dalam lingkungan di mana imbal hasil riil terus melemah, permintaan terhadap aset emas diperkirakan tetap stabil. Pemeliharaan pengeluaran pemerintah yang tinggi dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral berfungsi sebagai faktor penopang kenaikan harga.
Dalam skenario standar, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 4.500 hingga 4.700 dolar, tetapi jika kondisi pasar membaik, tidak menutup kemungkinan harga melewati 5.000 dolar melalui level 2.500 hingga 3.000 dolar. Risiko kenaikan ini terlihat karena faktor permintaan struktural terhadap emas tetap berlanjut.
Perak akan melanjutkan kenaikan tajam 120% di 2025 dan menuju fase kenaikan lebih lanjut
Pasar perak juga diperkirakan akan tetap solid. Pada 2025, harga perak mencatat kenaikan besar sebesar 120%, dan konsensus pasar menyatakan tren ini akan berlanjut di 2026. Kekurangan pasokan yang menjadi hal biasa dan meningkatnya permintaan industri menjadi latar belakang utama.
Harga perak diperkirakan akan melewati level 65 dolar dan berpotensi mencapai harga tertinggi antara 72 hingga 88 dolar. Selama permintaan industri tetap kuat dan kendala pasokan tidak membaik, tren kenaikan diperkirakan akan terus berlanjut.
Pasar minyak mentah menghadapi tekanan kelebihan pasokan, risiko penurunan meningkat
Di sisi lain, pasar energi berada dalam situasi yang berbeda. Diperkirakan terjadi peningkatan pasokan yang melebihi permintaan, sehingga tekanan penurunan harga dapat meningkat.
Proyeksi untuk minyak mentah Brent tahun 2026 adalah rata-rata 62,23 dolar, dan minyak WTI rata-rata 59 dolar. Namun, analisis JP Morgan Chase menyatakan bahwa jika kelebihan pasokan semakin parah, penurunan tajam ke level 30 dolar tidak dapat dikesampingkan. Ketidakpastian di pasar minyak mentah semakin meningkat, dan trader perlu waspada terhadap situasi ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar emas tahun 2026, melampaui $5.000 juga menjadi kemungkinan, prospek yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan pasar komoditas
Pengamat pasar IG merilis proyeksi komoditas terbaru yang menarik perhatian. Pasar komoditas tahun 2026 diperkirakan akan menunjukkan perkembangan yang beragam, dengan kemungkinan perbedaan besar harga antara logam mulia dan minyak mentah.
Harga emas diperkirakan mencapai 5.000 dolar dengan kondisi yang menguntungkan
Dalam hal pasar emas, pandangan optimis menjadi arus utama. Dalam lingkungan di mana imbal hasil riil terus melemah, permintaan terhadap aset emas diperkirakan tetap stabil. Pemeliharaan pengeluaran pemerintah yang tinggi dan pembelian berkelanjutan oleh bank sentral berfungsi sebagai faktor penopang kenaikan harga.
Dalam skenario standar, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 4.500 hingga 4.700 dolar, tetapi jika kondisi pasar membaik, tidak menutup kemungkinan harga melewati 5.000 dolar melalui level 2.500 hingga 3.000 dolar. Risiko kenaikan ini terlihat karena faktor permintaan struktural terhadap emas tetap berlanjut.
Perak akan melanjutkan kenaikan tajam 120% di 2025 dan menuju fase kenaikan lebih lanjut
Pasar perak juga diperkirakan akan tetap solid. Pada 2025, harga perak mencatat kenaikan besar sebesar 120%, dan konsensus pasar menyatakan tren ini akan berlanjut di 2026. Kekurangan pasokan yang menjadi hal biasa dan meningkatnya permintaan industri menjadi latar belakang utama.
Harga perak diperkirakan akan melewati level 65 dolar dan berpotensi mencapai harga tertinggi antara 72 hingga 88 dolar. Selama permintaan industri tetap kuat dan kendala pasokan tidak membaik, tren kenaikan diperkirakan akan terus berlanjut.
Pasar minyak mentah menghadapi tekanan kelebihan pasokan, risiko penurunan meningkat
Di sisi lain, pasar energi berada dalam situasi yang berbeda. Diperkirakan terjadi peningkatan pasokan yang melebihi permintaan, sehingga tekanan penurunan harga dapat meningkat.
Proyeksi untuk minyak mentah Brent tahun 2026 adalah rata-rata 62,23 dolar, dan minyak WTI rata-rata 59 dolar. Namun, analisis JP Morgan Chase menyatakan bahwa jika kelebihan pasokan semakin parah, penurunan tajam ke level 30 dolar tidak dapat dikesampingkan. Ketidakpastian di pasar minyak mentah semakin meningkat, dan trader perlu waspada terhadap situasi ini.