FRB, melakukan pembelian besar-besaran obligasi jangka pendek untuk menstabilkan pasar keuangan—kebijakan QE sebesar 4 miliar dolar dalam waktu satu bulan
Dalam kekhawatiran akan ketidakstabilan pasar keuangan yang meningkat, Federal Reserve Board (FRB) mengumumkan langkah-langkah baru. Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru, mereka secara resmi mengumumkan dimulainya kembali pelonggaran kuantitatif (QE).
Latar belakang langkah darurat—tantangan pengelolaan neraca keuangan muncul
Latar belakang FRB memutuskan untuk melanjutkan QE pada saat ini adalah karena pengelolaan cadangan bank menjadi semakin kompleks. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran terhadap pengelolaan neraca, dan memastikan likuiditas di pasar antarbank menjadi prioritas mendesak.
Rencana pembelian obligasi pemerintah secara spesifik—40 miliar dolar dalam 1 bulan
Bank sentral berencana untuk terus membeli obligasi pemerintah jangka pendek sebesar 40 miliar dolar selama satu bulan ke depan. Langkah ini bertujuan menstabilkan cadangan bank dan mencegah kekacauan dalam transaksi di pasar antarbank.
Para pelaku pasar juga memperkirakan bahwa langkah QE ini dapat diperpanjang hingga April, dan sikap penyesuaian keuangan FRB diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang.
Keterkaitan dengan aset digital—pentingnya langkah melawan inflasi
Seiring kebijakan moneter yang cenderung melonggarkan, diskusi tentang peran Bitcoin sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi semakin aktif. Dalam lingkungan keuangan yang semakin kompleks, perhatian tidak hanya tertuju pada strategi pengelolaan aset tradisional, tetapi juga pada aset alternatif.
Seiring perubahan regulasi internasional, termasuk langkah-langkah melawan pendanaan terorisme, pengelolaan cadangan bank sentral menghadapi lebih banyak tantangan. Peluncuran kembali pelonggaran kuantitatif oleh FRB ini dipandang sebagai respons komprehensif terhadap tantangan keuangan yang kompleks tersebut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
FRB, melakukan pembelian besar-besaran obligasi jangka pendek untuk menstabilkan pasar keuangan—kebijakan QE sebesar 4 miliar dolar dalam waktu satu bulan
Dalam kekhawatiran akan ketidakstabilan pasar keuangan yang meningkat, Federal Reserve Board (FRB) mengumumkan langkah-langkah baru. Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru, mereka secara resmi mengumumkan dimulainya kembali pelonggaran kuantitatif (QE).
Latar belakang langkah darurat—tantangan pengelolaan neraca keuangan muncul
Latar belakang FRB memutuskan untuk melanjutkan QE pada saat ini adalah karena pengelolaan cadangan bank menjadi semakin kompleks. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran terhadap pengelolaan neraca, dan memastikan likuiditas di pasar antarbank menjadi prioritas mendesak.
Rencana pembelian obligasi pemerintah secara spesifik—40 miliar dolar dalam 1 bulan
Bank sentral berencana untuk terus membeli obligasi pemerintah jangka pendek sebesar 40 miliar dolar selama satu bulan ke depan. Langkah ini bertujuan menstabilkan cadangan bank dan mencegah kekacauan dalam transaksi di pasar antarbank.
Para pelaku pasar juga memperkirakan bahwa langkah QE ini dapat diperpanjang hingga April, dan sikap penyesuaian keuangan FRB diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang.
Keterkaitan dengan aset digital—pentingnya langkah melawan inflasi
Seiring kebijakan moneter yang cenderung melonggarkan, diskusi tentang peran Bitcoin sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi semakin aktif. Dalam lingkungan keuangan yang semakin kompleks, perhatian tidak hanya tertuju pada strategi pengelolaan aset tradisional, tetapi juga pada aset alternatif.
Seiring perubahan regulasi internasional, termasuk langkah-langkah melawan pendanaan terorisme, pengelolaan cadangan bank sentral menghadapi lebih banyak tantangan. Peluncuran kembali pelonggaran kuantitatif oleh FRB ini dipandang sebagai respons komprehensif terhadap tantangan keuangan yang kompleks tersebut.