Harga emas tahun lalu mencatatkan tingkat kenaikan tertinggi dalam sejarah. Per 13 Januari, harga emas domestik adalah 952.000 won per 0,5 gram, meningkat lebih dari 76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 541.000 won. Harga emas internasional juga naik menjadi sekitar 4.585 dolar AS per ons, naik 37,97% dibandingkan enam bulan lalu dan 5,85% dibandingkan awal tahun.
Kenaikan tajam ini bukanlah sekadar fluktuasi jangka pendek. Melihat grafik dari Korea Gold Exchange, kita dapat melihat tren kenaikan yang konsisten selama sebagian besar periode. Ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap aset aman semakin meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang meluas terus mendorong permintaan emas.
Berapa Harga Emas di Tahun 2026?
Lembaga utama di industri keuangan memprediksi bahwa harga emas akan terus naik tahun ini. JP Morgan menunjukkan kemungkinan harga mencapai sekitar 5.055 dolar AS per ons hingga akhir tahun, sementara Goldman Sachs menilai ada potensi kenaikan tambahan hingga semester pertama. HSBC bahkan lebih optimis dengan prediksi bahwa harga bisa mencapai 5.000 dolar AS per ons selama semester pertama.
Namun, ada juga para ahli yang menyebutkan kemungkinan koreksi di paruh kedua tahun ini, sehingga pengelolaan volatilitas menjadi hal yang penting. Secara keseluruhan, kemungkinan besar harga emas di 2026 akan tetap dalam tren bullish, tetapi pengelolaan posisi yang hati-hati sangat diperlukan.
Empat Faktor Kunci yang Mendorong Harga Emas
1. Penyebaran Kebijakan Dekarbonisasi Dolar
Gerakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional dan keuangan semakin cepat. China secara aktif mendorong internasionalisasi yuan, memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan dengan berbagai negara, serta menandatangani perjanjian swap mata uang. India juga berusaha meningkatkan penggunaan rupee dalam transaksi perdagangan dengan mitra dagang.
Negara-negara yang dikenai sanksi AS juga mulai mendiversifikasi aset mereka ke dalam emas dan mata uang lain sebagai pengganti dolar. Pengurangan ketergantungan terhadap dolar langsung berdampak pada peningkatan permintaan internasional terhadap emas, yang bisa menjadi pendorong utama kenaikan harga emas.
2. Ketidakstabilan Geopolitik Global
Emas adalah aset perlindungan paling aman saat terjadi krisis ekonomi. Pada krisis keuangan 2008, krisis utang zona euro 2011, dan pandemi COVID-19 2020, harga emas mencapai rekor tertinggi.
Saat ini, berbagai peristiwa yang mempengaruhi ekonomi global sedang berlangsung, seperti sengketa dagang AS-China, perang Rusia-Ukraina, dan konflik Israel-Hamas. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka ke emas sebagai aset aman.
3. Sinyal Lemahnya Ekonomi Negara Maju
Kekhawatiran resesi ekonomi meningkatkan permintaan terhadap emas. Semakin besar ketidakpastian ekonomi, semakin banyak investor yang mencari emas, meskipun tidak memberikan hasil bunga dan menjamin pokok investasi.
4. Kebijakan Bank Sentral yang Menurunkan Suku Bunga
Penurunan suku bunga mendorong harga emas melalui dua cara. Pertama, hasil dari deposito dan obligasi yang menurun mengurangi biaya peluang memegang emas. Kedua, penurunan suku bunga diartikan sebagai sinyal ekonomi yang lemah, sehingga investor beralih ke emas sebagai aset aman.
Saran untuk Investor
Kenaikan harga emas di tahun 2026 tampaknya cukup kuat, tetapi ketidakpastian tetap ada. Meskipun ada banyak sinyal positif, penting untuk mempersiapkan kemungkinan koreksi di paruh kedua tahun ini. Jika mempertimbangkan investasi emas, pengelolaan posisi yang tepat dan strategi pembelian bertahap adalah pendekatan yang bijaksana.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan Harga Emas 2026: Tren Pasar dan Variabel Utama yang Perlu Diketahui Investor
Mengapa Harga Emas Terus Naik Tahun Ini?
Harga emas tahun lalu mencatatkan tingkat kenaikan tertinggi dalam sejarah. Per 13 Januari, harga emas domestik adalah 952.000 won per 0,5 gram, meningkat lebih dari 76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 541.000 won. Harga emas internasional juga naik menjadi sekitar 4.585 dolar AS per ons, naik 37,97% dibandingkan enam bulan lalu dan 5,85% dibandingkan awal tahun.
Kenaikan tajam ini bukanlah sekadar fluktuasi jangka pendek. Melihat grafik dari Korea Gold Exchange, kita dapat melihat tren kenaikan yang konsisten selama sebagian besar periode. Ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap aset aman semakin meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang meluas terus mendorong permintaan emas.
Berapa Harga Emas di Tahun 2026?
Lembaga utama di industri keuangan memprediksi bahwa harga emas akan terus naik tahun ini. JP Morgan menunjukkan kemungkinan harga mencapai sekitar 5.055 dolar AS per ons hingga akhir tahun, sementara Goldman Sachs menilai ada potensi kenaikan tambahan hingga semester pertama. HSBC bahkan lebih optimis dengan prediksi bahwa harga bisa mencapai 5.000 dolar AS per ons selama semester pertama.
Namun, ada juga para ahli yang menyebutkan kemungkinan koreksi di paruh kedua tahun ini, sehingga pengelolaan volatilitas menjadi hal yang penting. Secara keseluruhan, kemungkinan besar harga emas di 2026 akan tetap dalam tren bullish, tetapi pengelolaan posisi yang hati-hati sangat diperlukan.
Empat Faktor Kunci yang Mendorong Harga Emas
1. Penyebaran Kebijakan Dekarbonisasi Dolar
Gerakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional dan keuangan semakin cepat. China secara aktif mendorong internasionalisasi yuan, memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan dengan berbagai negara, serta menandatangani perjanjian swap mata uang. India juga berusaha meningkatkan penggunaan rupee dalam transaksi perdagangan dengan mitra dagang.
Negara-negara yang dikenai sanksi AS juga mulai mendiversifikasi aset mereka ke dalam emas dan mata uang lain sebagai pengganti dolar. Pengurangan ketergantungan terhadap dolar langsung berdampak pada peningkatan permintaan internasional terhadap emas, yang bisa menjadi pendorong utama kenaikan harga emas.
2. Ketidakstabilan Geopolitik Global
Emas adalah aset perlindungan paling aman saat terjadi krisis ekonomi. Pada krisis keuangan 2008, krisis utang zona euro 2011, dan pandemi COVID-19 2020, harga emas mencapai rekor tertinggi.
Saat ini, berbagai peristiwa yang mempengaruhi ekonomi global sedang berlangsung, seperti sengketa dagang AS-China, perang Rusia-Ukraina, dan konflik Israel-Hamas. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka ke emas sebagai aset aman.
3. Sinyal Lemahnya Ekonomi Negara Maju
Kekhawatiran resesi ekonomi meningkatkan permintaan terhadap emas. Semakin besar ketidakpastian ekonomi, semakin banyak investor yang mencari emas, meskipun tidak memberikan hasil bunga dan menjamin pokok investasi.
4. Kebijakan Bank Sentral yang Menurunkan Suku Bunga
Penurunan suku bunga mendorong harga emas melalui dua cara. Pertama, hasil dari deposito dan obligasi yang menurun mengurangi biaya peluang memegang emas. Kedua, penurunan suku bunga diartikan sebagai sinyal ekonomi yang lemah, sehingga investor beralih ke emas sebagai aset aman.
Saran untuk Investor
Kenaikan harga emas di tahun 2026 tampaknya cukup kuat, tetapi ketidakpastian tetap ada. Meskipun ada banyak sinyal positif, penting untuk mempersiapkan kemungkinan koreksi di paruh kedua tahun ini. Jika mempertimbangkan investasi emas, pengelolaan posisi yang tepat dan strategi pembelian bertahap adalah pendekatan yang bijaksana.