Dari Grafik Dominasi Bitcoin melihat arah pasar: indikator utama untuk menguasai pasar kripto

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Sejak muncul pada tahun 2009, Bitcoin selalu menjadi pemimpin utama aset kripto. Tapi tahukah kamu? Hanya melihat harga BTC saja tidak cukup, yang lebih penting adalah melihat "bobot"nya dalam seluruh pasar kripto—itulah yang kita sebut sebagai Bitcoin Dominance (Indeks Dominasi Bitcoin).

Apa itu Bitcoin Dominance?

Sederhananya, Bitcoin Dominance adalah sebuah indikator pengukuran: persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dari total kapitalisasi pasar seluruh pasar kripto.

Rumusnya sangat sederhana: Bitcoin Dominance = Kapitalisasi pasar BTC ÷ Total kapitalisasi pasar kripto global

Mari kita gunakan angka nyata. Hingga Januari 2026, kapitalisasi pasar BTC yang beredar mencapai 1910,19B dolar AS, dengan pangsa pasar sebesar 56,42%. Ini berarti lebih dari separuh dana di pasar kripto ada di Bitcoin.

Mengapa trader memperhatikan indikator ini?

Perubahan Bitcoin Dominance secara langsung mencerminkan arus dana pasar. Ada sebuah pola kunci:

Penurunan Bitcoin Dominance = Lebih banyak uang mengalir ke altcoin, risiko pasar meningkat

Kenaikan Bitcoin Dominance = Uang kembali ke BTC dari altcoin, pasar mulai mengunci posisi

Gelombang bull run tahun 2017 adalah contoh klasik. Saat Bitcoin Dominance turun dari puncak ke titik terendah di 37%, berbagai altcoin melonjak—ini yang sering disebut sebagai “Alt Season” (Musim Altcoin). Pada 2018, saat Bitcoin Dominance kembali naik ke 71%, altcoin mulai runtuh dan pasar bearish pun datang.

Sekarang kamu pasti paham kenapa trader profesional setiap hari memantau Bitcoin Dominance Chart? Ini seperti indeks pasar saham, yang bisa langsung menunjukkan suasana hati pasar.

Faktor apa saja yang mempengaruhi Bitcoin Dominance?

Sederhananya satu kata: penawaran dan permintaan.

Tapi dalam pasar kripto, faktor yang mempengaruhi sangat banyak:

Sentimen pasar — Sikap optimis/pesimis trader langsung mempengaruhi arah beli/jual. Yang percaya masa depan lebih baik cenderung hold, yang pesimis buru-buru jual.

Berita dan peristiwa — Kebijakan positif, serangan hacker, masuknya institusi besar… segala berita bisa mengubah arus dana. Misalnya, negara-negara di Amerika Latin mengumumkan adopsi Bitcoin, maka Bitcoin Dominance bisa langsung naik.

Ekonomi makro — Inflasi, GDP, tingkat pengangguran, data ekonomi besar lainnya juga berpengaruh. Saat ekonomi tidak stabil, orang cenderung membeli aset kripto sebagai lindung nilai; saat ekonomi membaik, dana bisa mengalir ke pasar tradisional.

Lompatan proyek baru — Tahun-tahun ini, proyek baru di dunia token melahirkan banyak coin baru. Semakin banyak coin baru, meskipun total kapitalisasi pasar membesar, pangsa BTC bisa terdilusi. Inilah sebabnya Bitcoin Dominance cenderung menurun dalam jangka panjang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melihat Bitcoin Dominance Chart

Ada satu pertanyaan: Apakah Bitcoin Dominance benar-benar bisa diandalkan?

Jawabannya: besar sebagai referensi, tapi jangan terlalu percaya mentah-mentah.

Kenapa? Ada beberapa alasan:

Pertama, pertumbuhan altcoin sangat cepat, tapi 99% dari mereka adalah proyek sampah. Ledakan coin baru membuat total kapitalisasi pasar tampak tinggi, padahal sebenarnya tidak.

Kedua, munculnya stablecoin mengubah struktur pasar. USDT, USDC, dan stablecoin lain yang terikat 1:1 dengan dolar AS sudah menguasai bagian besar pasar. Banyak trader tidak lagi masuk ke BTC seperti tahun 2018, melainkan dulu-dulu masuk ke stablecoin dulu sebagai tempat aman. Jadi, kenaikan Bitcoin Dominance tidak selalu berarti pasar sedang bearish, bisa jadi uang cuma bergeser antara stablecoin dan BTC.

Ketiga, posisi Ethereum (ETH) juga semakin penting. Kapitalisasi pasar ETH sudah mencapai 399,49B dolar AS, jadi ETH adalah aset terbesar kedua di pasar kripto. Jika hanya melihat Bitcoin Dominance, kita bisa mengabaikan pergerakan ETH dan aset penting lainnya.

Apakah Bitcoin Dominance benar-benar bisa prediksi Alt Season?

Secara teori, penurunan Bitcoin Dominance = datangnya Alt Season. Tapi kenyataannya lebih kompleks.

Pada 2017-2018, logika ini sangat berlaku. Sekarang, tidak selalu akurat karena:

  1. Stablecoin menjadi “pilihan ketiga”. Trader tidak hanya berpindah antara BTC dan altcoin, tapi juga stablecoin sebagai perantara.

  2. Berbagai jenis coin menunjukkan performa berbeda. DeFi, NFT, Layer 2… masing-masing punya siklus sendiri, tidak bisa digeneralisasi.

  3. Banyak proyek baru yang muncul. Menggunakan Bitcoin Dominance untuk memprediksi seluruh pasar altcoin sama seperti menggunakan indeks pasar saham untuk memprediksi satu saham sampah—terlalu kasar.

Apakah ada “Bitcoin Dominance yang sebenarnya”?

Benar, ada yang lebih dikenal sebagai “Real BTC Dominance”.

Indikator ini hanya membandingkan kapitalisasi pasar BTC dan coin berbasis Proof of Work (PoW), tidak termasuk PoS atau mekanisme konsensus lain.

Alasannya: hanya coin PoW yang benar-benar kompetitor BTC, karena memakai mekanisme penambangan yang sama. Contohnya Bitcoin Cash, Litecoin, Dogecoin—semua termasuk PoW.

Pendekatan ini terlihat logis, tapi ada yang berpendapat bahwa PoS seperti Ethereum juga penting dan tidak boleh diabaikan.

Di mana melihat Bitcoin Dominance Chart?

Ingin mengikuti perubahan Bitcoin Dominance? Beberapa situs utama menyediakan data real-time:

  • CoinMarketCap — Ada Bitcoin Dominance Chart di halaman utama, lengkap dengan data historis
  • CoinGecko — Gratis menyediakan data indeks dominasi BTC dalam format unduhan
  • TradingView — Pilihan trader profesional, lengkap dengan alat grafik

Semua platform ini mendukung pengaturan periode waktu, dari harian, mingguan, hingga bulanan.

Apakah ETH Dominance juga penting?

Karena ada Bitcoin Dominance, apakah ada juga ETH Dominance? Ada.

Caranya sama: ETH kapitalisasi pasar ÷ total kapitalisasi pasar kripto.

Saat ini, ETH Dominance sekitar 11,8% (berdasarkan ETH kapitalisasi 399,49B). Banyak trader profesional memantau kedua indeks ini untuk menilai performa keseluruhan altcoin.

Kesimpulan: Bagaimana cara pakai Bitcoin Dominance Chart?

  • Fase naik — Uang kembali ke BTC, waspadai risiko pasar meningkat, altcoin mungkin koreksi
  • Fase turun — Risiko meningkat, dana mencari peluang baru, tapi juga waspada proyek sampah yang merugikan
  • Posisi tinggi (60%+) — Pasar sangat bearish, uang menghindar ke BTC, potensi rebound
  • Posisi rendah (30% ke bawah) — Pasar terlalu spekulatif, risiko terkumpul, perlu waspada risiko sistemik

Intinya, jangan terlalu overinterpretasi. Bitcoin Dominance Chart hanyalah alat referensi. Gabungkan dengan data on-chain, sentimen pasar, dan kondisi makro agar pengambilan keputusan trading lebih akurat. Mengandalkan satu indikator saja seringkali berujung pada kerugian.

BTC-2,08%
ETH-1,55%
LTC-1,39%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)