Analisis Dampak Pasar Cryptocurrency dan Cryptocurrency ✨Kemenangan pemilihan Jepang menciptakan efek riak di pasar global yang dikenal sebagai "Takaichi Trading," dan memiliki efek campuran pada cryptocurrency. Dalam jangka pendek, penguatan yen pasca pemilihan dan krisis likuiditas global menekan Bitcoin (BTC); BTC mundur dari puncaknya di $72.000 ke sekitar $70.000. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran aliran modal ke aset tradisional karena reli pasar saham di pasar Jepang. Emas, di sisi lain, mencapai rekor tertinggi, melampaui $5.000, mencerminkan pergeseran preferensi di antara aset berisiko. ✨Dalam jangka panjang, mayoritas super Takaichi dapat mempercepat kebijakan ramah kripto Jepang. Pemerintah berencana mengurangi pajak kripto dari 55% menjadi 20% dan mengklasifikasikan ulang cryptocurrency sebagai produk keuangan; ini dapat meningkatkan daya tarik investor pada tahun 2028. Reformasi seperti regulasi stablecoin dan infrastruktur tokenisasi dapat mendorong adopsi institusional. Sikap mendukung Jepang terhadap Web3, dikombinasikan dengan kemenangan pemilihan, dapat memberikan keunggulan dalam siklus modal kripto global, tetapi reformasi mungkin tertunda jika terjadi perpecahan parlemen. ✨Dari perspektif pasar umum, kemenangan ini meningkatkan selera risiko; pasar saham Asia naik dan dolar melemah. Namun, kekhawatiran utang akibat stimulus fiskal dan pemotongan pajak dapat memicu risiko inflasi jangka panjang. Untuk sektor crypto, Jepang dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin di Asia dengan menawarkan kejelasan regulasi, yang dapat mendukung pemulihan aset seperti BTC dan Ethereum.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#JapanElection
Analisis Dampak Pasar Cryptocurrency dan Cryptocurrency
✨Kemenangan pemilihan Jepang menciptakan efek riak di pasar global yang dikenal sebagai "Takaichi Trading," dan memiliki efek campuran pada cryptocurrency. Dalam jangka pendek, penguatan yen pasca pemilihan dan krisis likuiditas global menekan Bitcoin (BTC); BTC mundur dari puncaknya di $72.000 ke sekitar $70.000. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran aliran modal ke aset tradisional karena reli pasar saham di pasar Jepang. Emas, di sisi lain, mencapai rekor tertinggi, melampaui $5.000, mencerminkan pergeseran preferensi di antara aset berisiko.
✨Dalam jangka panjang, mayoritas super Takaichi dapat mempercepat kebijakan ramah kripto Jepang. Pemerintah berencana mengurangi pajak kripto dari 55% menjadi 20% dan mengklasifikasikan ulang cryptocurrency sebagai produk keuangan; ini dapat meningkatkan daya tarik investor pada tahun 2028. Reformasi seperti regulasi stablecoin dan infrastruktur tokenisasi dapat mendorong adopsi institusional. Sikap mendukung Jepang terhadap Web3, dikombinasikan dengan kemenangan pemilihan, dapat memberikan keunggulan dalam siklus modal kripto global, tetapi reformasi mungkin tertunda jika terjadi perpecahan parlemen.
✨Dari perspektif pasar umum, kemenangan ini meningkatkan selera risiko; pasar saham Asia naik dan dolar melemah. Namun, kekhawatiran utang akibat stimulus fiskal dan pemotongan pajak dapat memicu risiko inflasi jangka panjang. Untuk sektor crypto, Jepang dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin di Asia dengan menawarkan kejelasan regulasi, yang dapat mendukung pemulihan aset seperti BTC dan Ethereum.