Setelah hampir sepuluh tahun menunggu, Bursa Nasional India (NSE) akhirnya dapat mempertimbangkan secara konkret untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Komisi Sekuritas dan Bursa India (SEBI) memberikan persetujuannya minggu ini, membuka jalan bagi proses IPO yang diperkirakan akan berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Persetujuan ini menandai titik balik besar bagi salah satu pusat keuangan terbesar di Asia, yang telah menunggu izin ini sejak 2016.
Sepuluh tahun prosedur regulasi akhirnya teratasi
Perjalanan NSE menuju IPO penuh rintangan. Permohonan resmi pertama kali diajukan pada 2016, tetapi keberatan berulang dari regulator menghambat proses tersebut. Keberatan tersebut terutama berkaitan dengan dua isu utama: kekhawatiran tentang tata kelola internal bursa dan masalah akses pasar yang dianggap tidak adil oleh beberapa pihak. Untuk menyelesaikan konflik ini, NSE harus mengajukan dua permohonan penyelesaian yang totalnya mencapai 12,97 miliar rupee, sekitar 141 juta dolar AS. Serangkaian negosiasi ini akhirnya membuahkan persetujuan dari SEBI minggu ini, menandai berakhirnya periode hambatan administratif yang berkepanjangan.
Jadwal pelaksanaan NSE
Menurut Ashish Kumar Chauhan, CEO NSE, proses ini akan berlangsung dalam dua tahap terpisah. Tahap pertama, selama sekitar empat bulan, akan didedikasikan untuk persiapan prospektus merah, dokumen penting untuk setiap IPO. Tahap kedua, yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan tambahan, akan mencakup perolehan persetujuan regulasi akhir dan peluncuran resmi IPO. Secara keseluruhan, operasi ini diperkirakan akan selesai pada semester kedua tahun 2026. Liputan CNBC-TV18 dan analisis Jin10 mengonfirmasi bahwa semua prasyarat administratif kini telah terpenuhi, dan NSE memiliki semua izin yang diperlukan untuk melanjutkan tanpa hambatan.
Langkah besar bagi pusat keuangan India
Penawaran umum perdana Bursa Nasional India memiliki arti strategis bagi ekosistem keuangan India. Persetujuan akhir dari SEBI ini berarti bahwa hambatan terakhir telah diatasi, dan NSE kini dapat menggalang sumber daya publik untuk mendukung pertumbuhan masa depannya. Dinamika ini juga mencerminkan kematangan regulator India yang semakin meningkat dalam mengelola isu tata kelola dan keadilan akses pasar, menegaskan bahwa kerangka regulasi telah menguat sejak tantangan yang dihadapi satu dekade lalu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bursa Nasional India akhirnya melewati tonggak IPO setelah satu dekade penantian
Setelah hampir sepuluh tahun menunggu, Bursa Nasional India (NSE) akhirnya dapat mempertimbangkan secara konkret untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Komisi Sekuritas dan Bursa India (SEBI) memberikan persetujuannya minggu ini, membuka jalan bagi proses IPO yang diperkirakan akan berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Persetujuan ini menandai titik balik besar bagi salah satu pusat keuangan terbesar di Asia, yang telah menunggu izin ini sejak 2016.
Sepuluh tahun prosedur regulasi akhirnya teratasi
Perjalanan NSE menuju IPO penuh rintangan. Permohonan resmi pertama kali diajukan pada 2016, tetapi keberatan berulang dari regulator menghambat proses tersebut. Keberatan tersebut terutama berkaitan dengan dua isu utama: kekhawatiran tentang tata kelola internal bursa dan masalah akses pasar yang dianggap tidak adil oleh beberapa pihak. Untuk menyelesaikan konflik ini, NSE harus mengajukan dua permohonan penyelesaian yang totalnya mencapai 12,97 miliar rupee, sekitar 141 juta dolar AS. Serangkaian negosiasi ini akhirnya membuahkan persetujuan dari SEBI minggu ini, menandai berakhirnya periode hambatan administratif yang berkepanjangan.
Jadwal pelaksanaan NSE
Menurut Ashish Kumar Chauhan, CEO NSE, proses ini akan berlangsung dalam dua tahap terpisah. Tahap pertama, selama sekitar empat bulan, akan didedikasikan untuk persiapan prospektus merah, dokumen penting untuk setiap IPO. Tahap kedua, yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan tambahan, akan mencakup perolehan persetujuan regulasi akhir dan peluncuran resmi IPO. Secara keseluruhan, operasi ini diperkirakan akan selesai pada semester kedua tahun 2026. Liputan CNBC-TV18 dan analisis Jin10 mengonfirmasi bahwa semua prasyarat administratif kini telah terpenuhi, dan NSE memiliki semua izin yang diperlukan untuk melanjutkan tanpa hambatan.
Langkah besar bagi pusat keuangan India
Penawaran umum perdana Bursa Nasional India memiliki arti strategis bagi ekosistem keuangan India. Persetujuan akhir dari SEBI ini berarti bahwa hambatan terakhir telah diatasi, dan NSE kini dapat menggalang sumber daya publik untuk mendukung pertumbuhan masa depannya. Dinamika ini juga mencerminkan kematangan regulator India yang semakin meningkat dalam mengelola isu tata kelola dan keadilan akses pasar, menegaskan bahwa kerangka regulasi telah menguat sejak tantangan yang dihadapi satu dekade lalu.