Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
XRP dan Stablecoin di titik bursa: Persaingan untuk masa depan pembayaran lintas batas
Pengembangan RippleNet memicu diskusi mendalam di industri keuangan: Apakah bank benar-benar membutuhkan XRP untuk transaksi internasional, ataukah stablecoin yang sudah mapan sudah cukup? Seorang pengamat pasar Jerman berpendapat bahwa XRP telah berkembang jauh melampaui status sebagai mata uang kripto semata dan kini berfungsi sebagai lapisan jembatan utama untuk transfer nilai antar lembaga keuangan. Argumen ini semakin kuat jika melihat sejarah adopsi ekosistem Ripple—terutama keberhasilan GTreasury, perangkat lunak manajemen treasury perusahaan tersebut.
Solusi GTreasury setelah diakuisisi oleh Ripple seharga sekitar satu miliar dolar AS telah diimplementasikan lebih dari 13.000 kali di lembaga keuangan di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan bahwa teknologi Ripple semakin terintegrasi dalam sistem bank-bank besar. Namun di sinilah titik kritisnya: Apakah lembaga-lembaga ini benar-benar membutuhkan aset asli XRP untuk mengoptimalkan model bisnis mereka?
Realitas Teknis: RippleNet Berfungsi Tanpa XRP
Salah satu kritik utama dalam diskusi ini adalah: Bank dapat menggunakan jaringan RippleNet sepenuhnya tanpa pernah menyentuh XRP. Mereka bisa beralih ke stablecoin—aset digital yang dipatok ke mata uang fiat dan menghilangkan fluktuasi harga yang menakutkan dari kripto. Ini tidak hanya mengurangi volatilitas, tetapi juga memberi mereka stabilitas yang sudah dikenal oleh lembaga keuangan tradisional.
Pendukung XRP berargumen bahwa transaksi dan penyelesaian XRP berlangsung dalam hitungan detik—kecepatan ini secara praktis menghilangkan risiko volatilitas di pasar. Sementara harga stablecoin tidak bergerak, bank harus bergantung pada pihak penerbit stablecoin tersebut: mereka terikat pada penerbit dan tidak bisa menjamin penebusan.
Paradoks Likuiditas: ODL versus Cadangan Tetap
Perbedaan utama secara teknis terletak pada cara memperoleh likuiditas. Stablecoin beroperasi dengan cadangan tetap yang disimpan—sistem ini dikendalikan secara pusat dan bisa mengalami kekurangan saat digunakan secara besar-besaran. Sebaliknya, XRP menggunakan sistem yang disebut On-Demand Liquidity (ODL), sebuah model desentralisasi yang menggerakkan likuiditas secara real-time melalui berbagai bursa.
Sistem ODL ini mengurangi beberapa risiko sekaligus: risiko kontrahen (ketergantungan pada satu institusi), risiko pengembalian (ketidakmampuan membayar kembali), dan memungkinkan skalabilitas yang lebih besar untuk jalur pembayaran lintas negara yang kompleks dan multibahasa. Untuk lembaga keuangan yang memproses jutaan transaksi di seluruh dunia, ini bisa menjadi faktor penentu.
Sentimen Pasar dan Harapan ETF Menjaga Ketegangan
Sentimen pasar saat ini terhadap XRP dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di satu sisi, spekulasi tentang potensi ETF XRP spot menimbulkan harapan—produk keuangan ini bisa meningkatkan permintaan XRP secara signifikan dari investor institusional. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi sempat menunda persetujuan SEC terhadap instrumen semacam ini.
Namun, para pengamat tetap berharap: jika hambatan regulasi dicabut dan berita positif dari Washington muncul, ini bisa memicu efek multiplier langsung terhadap permintaan XRP. Persetujuan ETF tidak hanya akan memperkaya diversifikasi produk keuangan terkait XRP, tetapi juga mempercepat ekosistem RippleNet dan meningkatkan permintaan terhadap teknologi dasar serta aset digital itu sendiri.
Pergerakan harga XRP saat ini di angka $1,37 (per Maret 2026) dengan perubahan 24 jam sebesar -0,72% menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar $84,13 miliar—indikator kepercayaan berkelanjutan dari pelaku institusional terhadap proyek ini, meskipun ada perdebatan konseptual.
Kesimpulan: Teknologi versus Kebutuhan
Apakah bank benar-benar membutuhkan XRP atau stablecoin sudah cukup, tetap menjadi pertanyaan terbuka yang harus dijawab secara teknis, ekonomi, dan regulasi. Titik kritis akan ditentukan di mana skalabilitas, efisiensi biaya, dan manajemen risiko bertemu. RippleNet dengan GTreasury dan ODL telah menyediakan infrastruktur teknis untuk titik tersebut—apakah lembaga keuangan akan menggunakan XRP secara langsung adalah keputusan strategis mereka.