Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Iran berusaha memperkuat hubungan ekonomi dengan China melalui pengendalian Selat Hormuz
Iran, sambil mengendalikan Selat Hormuz, jalur penting pengangkutan minyak mentah, mengusulkan untuk menjamin kelancaran pengangkutan minyak mentah yang diperdagangkan menggunakan Yuan China. Langkah ini dapat diartikan sebagai upaya memperkuat kerjasama ekonomi dengan China sekaligus memberi tekanan kepada negara-negara Barat.
Selat Hormuz terletak di posisi strategis penting, sekitar 20% dari pengangkutan minyak mentah dunia harus melewati jalur ini. Namun, ketegangan terbaru antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel semakin meningkat, dan Iran telah berulang kali memperingatkan kemungkinan menutup jalur ini. Khususnya sejak akhir bulan lalu, Iran terus-menerus mengangkut minyak mentah ke China melalui selat ini, dan beberapa analisis berpendapat bahwa langkah ini bertujuan untuk memperoleh dana dengan memperkuat hubungan ekonomi dengan China.
Dalam konteks ini, tampaknya tersirat niat Iran untuk mencari dukungan dari China di tengah sanksi Barat. Pada saat yang sama, ini juga dapat dipahami sebagai tantangan terhadap sistem “dolar minyak” berbasis dolar AS, sementara China secara bertahap mendorong penggunaan Yuan secara internasional. Beberapa pakar domestik di China berpendapat bahwa meskipun usulan Iran ini mungkin secara simbolis memperluas penggunaan Yuan, namun efek nyata dari langkah ini masih dipertanyakan.
Ketegangan di Timur Tengah juga mempengaruhi pasar minyak internasional. Setelah pernyataan pengendalian jalur selat dirilis, harga minyak dunia menunjukkan fluktuasi yang tidak stabil, menambah ketidakpastian di pasar energi global. Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa langkah Iran ini berpotensi memperburuk ketegangan antara China dan Amerika Serikat.
Bagaimana perkembangan kerjasama ekonomi antara Iran dan China di masa depan, serta bagaimana situasi di Selat Hormuz akan berubah, semuanya dapat berdampak besar terhadap arah ekonomi dan pasar energi dunia. Strategi Iran ini diperkirakan akan menjadi variabel penting yang mempengaruhi tatanan politik dan ekonomi internasional di masa mendatang.