Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Rusia mengumumkan pasokan energi Eropa sebagai prioritas sekunder……Ketegangan pasar energi internasional meningkat
Rusia menyatakan akan menempatkan ekspor energi ke Eropa sebagai prioritas kedua, sehingga hubungan energi antara Eropa dan Rusia menjadi tegang. Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga minyak baru-baru ini akibat perang antara Amerika dan Iran. Rusia tampaknya berusaha memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan dalam diplomasi energi.
Pada tanggal 23, utusan khusus Presiden Rusia untuk investasi luar negeri dan kerjasama ekonomi, Kirill Dmitriev, menyatakan melalui media sosial bahwa Uni Eropa akan ditempatkan di bagian belakang antrean pasokan energi. Ia menyindir bahwa Eropa memilih “transisi hijau” dan strategi “takut Rusia”, sehingga menuai akibat kekurangan energi. Ucapan ini tampaknya merupakan bagian dari perang opini menyeluruh yang dilancarkan Rusia saat perhatian terhadap energi mereka kembali meningkat.
Dalam konteks ini, sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Eropa terus mengurangi impor energi dari Rusia dan memperkuat sanksi ekonomi. Namun, ketegangan di Timur Tengah baru-baru ini memperburuk kekhawatiran pasokan energi, sehingga perhatian terhadap energi Rusia kembali meningkat.
Dmitriev memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kritik terhadap negara-negara Barat, termasuk Eropa. Ia sebelumnya mengungkapkan bahwa Korea Selatan sedang mempertimbangkan impor minyak mentah dan nafta dari Rusia setelah Amerika melonggarkan sanksi terhadap Rusia, dan menyebutnya sebagai “pilihan bijak”.
Tren ini semakin memperumit diplomasi energi, dan ketegangan di pasar energi internasional kemungkinan akan berlanjut. Bagaimana Eropa akan mendorong kemandirian energi mereka dan ke mana arah diplomasi energi Rusia akan menjadi perhatian utama.