Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Depeg adalah fenomena ketika stablecoin kehilangan pengatannya
Depag adalah kehilangan kestabilan stablecoin dan terputusnya kaitannya dengan aset yang menjadi jaminannya. Dalam dunia cryptocurrency, ini berarti token yang menjanjikan nilai tetap mulai berfluktuasi dan menyimpang dari nilai tersebut. Hal ini dapat terjadi pada stablecoin apa pun, terlepas dari popularitasnya.
Bagaimana cara kerja stablecoin dan mengapa depag terjadi
Contoh klasik adalah Tether (USDT), stablecoin Amerika paling umum di pasar. Pengembangnya, perusahaan Tether Limited, menjanjikan kepada pengguna bahwa nilainya akan selalu tetap di level $1. Namun, jaminan ini hanya bergantung pada satu hal — kepercayaan. USDT sendiri tidak memiliki nilai intrinsik, ia berfungsi sebagai surat berharga: perusahaan mengklaim bahwa di rekening banknya terdapat jumlah yang setara dalam dolar.
Jika Tether Limited karena suatu alasan tidak dapat mempertahankan saldo ini, depag akan terjadi, yaitu terputusnya hubungan antara investor dan penerbit. Token akan mulai bergerak secara independen dan kehilangan parity 1:1 terhadap dolar.
Kapan depag menjadi kenyataan: contoh dari sejarah crypto
Sejarah cryptocurrency mencatat beberapa kasus besar kehilangan kaitan. Pada tahun 2022, stablecoin algoritmik UST dari Terraform Labs mengalami keruntuhan total. Alih-alih bertahan di level $1, token tersebut anjlok hampir ke nol. Ini adalah salah satu contoh depag paling katastrofik dalam sejarah.
Kasus yang lebih ringan, tetapi tetap signifikan, terjadi pada tahun 2023. Stablecoin besar BUSD dan USDC sementara kehilangan parity akibat penjualan panik dan rumor yang menyebar di pasar. Meski kemudian token ini memulihkan kaitannya dengan cadangan mereka, episode ini menunjukkan bahwa bahkan stablecoin besar dan relatif terpercaya pun dapat sementara menyimpang dari nilai target.
Dampak depag bagi pasar cryptocurrency
Depag bukan sekadar masalah teknis — ini adalah guncangan serius bagi pengguna. Mereka yang memegang stablecoin saat terjadi kehilangan kaitan bisa mengalami kerugian besar. Dalam beberapa tahun terakhir, stabilitas stablecoin di pasar cryptocurrency semakin melemah, dan semakin banyak peserta yang mulai lebih memperhatikan kondisi aset ini. Memahami apa itu depag dan bagaimana terjadinya menjadi hal penting bagi siapa saja yang bekerja di bidang ini.