Baru saja menemukan kisah menarik tentang Elon Musk dan teman kuliahnya Navaid Farooq yang benar-benar memberi perspektif baru.



Jadi Navaid Farooq adalah teman sekamar Musk di Queen's University di Kanada, dan mereka benar-benar dekat karena bermain game strategi—khususnya Civilisation. Mereka bahkan bisa mengabaikan waktu selama berjam-jam bermain bersama. Terlihat seperti persahabatan yang solid, kan?

Namun di sinilah cerita menjadi menarik. Navaid Farooq memutuskan bergabung dengan Musk di Zip2, perusahaan pertamanya. Tapi ini yang mengejutkan—dia hanya bertahan selama enam minggu sebelum keluar. Enam minggu.

Saat ditanya mengapa, Navaid Farooq mengatakan bahwa itu karena pilihan yang sulit: "Saya tahu bahwa saya bisa bekerja dengannya atau menjadi temannya, tapi tidak keduanya, dan yang terakhir tampaknya lebih menyenangkan." Dia sering terlibat konflik dengan Musk, dan intensitasnya terlalu berat.

Ini sebenarnya pandangan yang cukup jujur tentang apa yang terjadi ketika Anda menggabungkan persahabatan dekat dengan bekerja untuk seseorang yang dikenal sangat menuntut. Navaid Farooq memilih menjaga persahabatan tersebut, yang jujur saja tampak sebagai langkah yang lebih cerdas. Anda jarang melihat kesadaran diri seperti itu.

Menariknya, saudara Musk, Kimbal, ikut mendirikan Zip2 bersama dia dan kemudian berinvestasi di PayPal, jadi dinamika keluarga di perusahaan-perusahaannya sangat berbeda. Tapi kisah Navaid Farooq mengingatkan bahwa bahkan teman terdekat pun kadang tidak mampu bertahan di lingkungan kerja Musk.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Orhanmaralvip
· 5jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
Orhanmaralvip
· 5jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
  • Sematkan