Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Krisis likuiditas Blue Owl Capital mungkin bukan hanya masalah satu perusahaan semata yang mempengaruhi pasar. Berita tentang permintaan penebusan dari investor yang berurutan, serta penjualan aset senilai 1,4 miliar dolar, mengingatkan kita pada alarm yang berbunyi saat keruntuhan Bear Stearns pada tahun 2007.
Mohamed El-Erian, mantan kepala eksekutif PIMCO, menunjukkan bahwa ini adalah momen seperti "burung kenari di tambang batu bara". Pada saat itu, juga dimulai dari keruntuhan hedge fund, yang kemudian berkembang menjadi krisis keuangan global. Jika skenario yang sama terulang, kali ini bukan subprime mortgage, melainkan kredit privat yang mungkin menjadi pemicunya.
Harga saham Blue Owl turun sekitar 14% minggu ini, dan lebih dari 50% sejak awal tahun. Perusahaan private equity besar lainnya seperti Blackstone, Apollo Global, dan Ares Management juga mengalami penurunan besar. Bagi investor yang mengalami krisis tahun 2008, pemandangan ini adalah pengingat keras akan realitas yang harus dihadapi.
Yang menarik adalah kaitannya dengan Bitcoin. Pada 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto menanamkan pesan di blok genesis yang berbunyi "menteri keuangan yang berada di ambang kedua bailout kepada bank". Artinya, Bitcoin lahir sebagai jawaban langsung terhadap krisis keuangan.
Dalam jangka pendek, penguatan syarat kredit dapat berdampak buruk pada aset berisiko. Pada krisis COVID-19 tahun 2020, Bitcoin turun sekitar 70%. Namun, setelah intervensi besar-besaran dari pemerintah dan bank sentral—dengan injeksi triliunan dolar ke ekonomi—BTC melonjak dari di bawah 4.000 dolar menjadi lebih dari 65.000 dolar dalam waktu sekitar satu tahun.
Saat ini, harga BTC berkisar di sekitar 73.870 dolar, sempat menembus level penting 76.000 dolar, tetapi kemudian kembali turun ke sekitar 74.000 dolar. Tingkat pendanaan perpetual Bitcoin di Binance telah mempertahankan posisi negatif selama 46 hari, menunjukkan posisi bearish yang terus berlanjut.
Jika Blue Owl adalah domino pertama yang jatuh, maknanya sangat besar. Jika sistem keuangan menghadapi krisis lagi, intervensi besar-besaran dari bank sentral tidak akan bisa dihindari. Dan dalam proses itu, Bitcoin mungkin akan kembali memainkan peran yang sama seperti saat lahir 17 tahun lalu—sebagai alternatif terhadap sistem keuangan yang ada.
Akankah sejarah berulang, atau kita belajar dari pelajaran masa lalu? Memantau pergerakan pasar sangat penting. Mengikuti pergerakan aset terkait di grafik Gate.io juga bisa menjadi pilihan yang tidak buruk.