Pernah berpikir tentang perbedaan antara berinvestasi langsung di bisnis asing versus hanya membeli saham mereka. Ternyata banyak orang yang mencampuradukkan keduanya, padahal sebenarnya mereka adalah pendekatan yang cukup berbeda.



Jadi begini tentang arti FDI dan apa yang sebenarnya dimaksud. Investasi langsung asing adalah ketika Anda benar-benar membangun kepemilikan bisnis nyata di negara lain. Anda tidak hanya membeli saham di pasar saham—Anda masuk lebih dalam. Bayangkan seorang investor yang membeli pabrik atau gudang di negara berkembang agar perusahaan lokal dapat memperluas operasinya. Itu adalah FDI. Intinya adalah Anda bertaruh pada keberhasilan jangka panjang bisnis tertentu dan biasanya terlibat langsung dalam pengambilan keputusan manajemen.

Lalu ada investasi portofolio asing, yang pada dasarnya adalah pendekatan yang berlawanan. Anda hanya membeli saham, obligasi, atau sekuritas lain di pasar negara lain. Ini lebih seperti bagaimana kebanyakan dari kita membeli saham Apple—Anda memiliki sebagian kecil tetapi tidak menjalankan perusahaan tersebut. Investor FPI biasanya mencari keuntungan yang lebih cepat, bukan membangun sesuatu selama bertahun-tahun.

Perbedaan utama menjadi cukup jelas saat Anda mendalaminya. Dengan FDI, Anda memiliki kendali dan pengaruh nyata terhadap investasi Anda. Anda terlibat aktif. Dengan FPI, Anda hanyalah investor pasif—Anda tidak bisa benar-benar mempengaruhi jalannya sesuatu. Itu adalah perbedaan besar.

Waktu juga penting. FDI membutuhkan kesabaran karena membangun sebuah bisnis memakan waktu bertahun-tahun. Anda harus berkomitmen untuk jangka panjang. Investor FPI cenderung bermain dalam waktu yang lebih singkat—mereka ingin masuk dan keluar lebih cepat.

Satu hal lagi yang patut dicatat: FPI umumnya lebih likuid. Jika Anda ingin keluar dari posisi saham, biasanya Anda bisa menjualnya dengan cepat. Dengan FDI, uang Anda terkunci dalam bisnis tertentu, sehingga lebih sulit untuk keluar jika situasi memburuk.

Jadi saat Anda memutuskan antara keduanya, pikirkan benar tentang toleransi risiko Anda dan berapa lama Anda bersedia menunggu untuk mendapatkan keuntungan. Juga pertimbangkan risiko yang datang dengan berinvestasi di luar negeri—ketidakstabilan politik, fluktuasi mata uang, dan sebagainya. Kedua strategi ini memiliki tempatnya, tetapi mereka jelas bukan permainan yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan