Informasi penting tentang IPO yang harus diketahui investor

Jika Anda mempertimbangkan untuk memasuki pasar saham, kata IPO mungkin sering Anda dengar. Tetapi jika ditanya apa sebenarnya ipo adalah, banyak orang mungkin masih belum memahami secara mendalam. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang IPO mulai dari definisi, kelebihan dan kekurangan, cara pemesanan saham, serta langkah-langkah yang perlu diketahui agar Anda dapat memutuskan untuk berinvestasi dengan cerdas.

Pengertian IPO Secara Jelas

IPO singkatan dari Initial Public Offering, yang dalam bahasa Indonesia berarti penawaran saham atau sekuritas perusahaan kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya. Apapun perusahaan yang ingin mengumpulkan dana untuk memperluas kegiatan usaha atau mengembangkan bisnis selanjutnya, biasanya akan melakukan IPO karena merupakan cara yang efektif untuk menciptakan sumber dana baru.

Selain untuk pengumpulan dana, tujuan lain dari melakukan IPO adalah untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Karena pencatatan di pasar saham merupakan pengakuan bahwa perusahaan telah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan yang ketat.

Tokoh Utama dalam Proses IPO

Sebelum saham IPO sampai ke tangan investor umum, ada beberapa pihak yang berperan penting dalam proses ini:

Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi sebagai pusat transaksi sekuritas dan mengelola layanan agar berjalan lancar.

Auditor (Auditor) bertugas memeriksa laporan keuangan perusahaan agar sesuai standar akuntansi.

Konsultan Hukum (Lawyer) memberikan saran terkait hukum dan menyiapkan dokumen yang diperlukan.

Penjamin Emisi (Underwriter) adalah lembaga keuangan yang bertanggung jawab dalam mendistribusikan saham kepada investor.

Konsultan Keuangan (Financial Advisor) memberikan nasihat selama proses IPO dan membantu menentukan harga yang tepat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga pengawas utama yang memeriksa kelayakan perusahaan dan mengizinkan penawaran umum.

Keuntungan Menjadi Saham IPO

Investasi dalam saham IPO memiliki beberapa manfaat:

Pertama, Keamanan dan Kepercayaan. Investor saham IPO dilindungi karena perusahaan berada di bawah pengawasan OJK dan BEI, yang menjamin bahwa semua data telah diperiksa dan memenuhi standar.

Kedua, Potensi Keuntungan Tinggi. Harga IPO biasanya ditetapkan di bawah harga pasar sebenarnya, sehingga investor yang memesan awal memiliki peluang besar mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga. Misalnya, jika harga IPO adalah 10 rupiah, bisa naik menjadi 25-30 rupiah dalam beberapa hari.

Ketiga, Kemudahan Analisis. Investasi di saham IPO tidak memerlukan strategi rumit. Jika Anda mempelajari data dasar perusahaan dengan baik, Anda dapat membuat keputusan dengan cukup mudah.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Namun, investasi di saham IPO juga memiliki risiko dan keterbatasan:

Kekurangan dari sisi perusahaan. Perusahaan harus mengungkapkan seluruh data keuangan kepada publik termasuk pesaing. Hal ini bisa membahayakan kerahasiaan bisnis. Selain itu, biaya besar diperlukan untuk peningkatan sistem manajemen, menyewa konsultan, dan biaya lainnya.

Kekurangan dari sisi pengendalian. Pendiri perusahaan (Founder) mungkin kehilangan sebagian kekuasaan karena harus berbagi saham dengan investor baru. Selain itu, manajemen baru yang ditunjuk oleh dewan komisaris (Board of Directors) mungkin memiliki kebijakan berbeda dari sebelumnya.

Kekurangan dari sisi investor. Jika Anda memesan saham saat IPO dan setelah terdaftar perusahaan mengalami masalah bisnis, harga saham bisa turun dengan cepat. Selain itu, ada periode “Silent Period” atau masa di mana pemegang saham utama (Strategic Shareholders) dilarang menjual saham selama 1 tahun, yang berarti Anda tidak bisa menarik dana selama periode tersebut.

Syarat Perusahaan untuk Melakukan IPO

Tidak semua perusahaan bisa melakukan IPO. Perusahaan harus memenuhi syarat ketat dari OJK dan BEI:

Karakter perusahaan. Harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau badan hukum yang didirikan sesuai hukum Indonesia.

Kondisi keuangan. Modal disetor minimal 300 juta rupiah.

Riwayat operasional. Perusahaan harus memiliki riwayat operasional minimal 3 tahun dan dikelola oleh manajemen yang sama selama lebih dari 1 tahun.

Kinerja keuangan. Perusahaan harus memenuhi salah satu kriteria berikut:

  • Kriteria laba bersih: Laba bersih kumulatif selama 2-3 tahun berturut-turut lebih dari 50 juta rupiah dan tahun terakhir lebih dari 30 juta rupiah.
  • Kriteria kapitalisasi pasar. Nilai pasar lebih dari 7.500 miliar rupiah.

Struktur pengawasan. Perusahaan harus memiliki komisaris independen dan komite audit (Audit Committee) sesuai standar yang berlaku.

Dokumen keuangan. Laporan keuangan harus sesuai standar akuntansi dan diaudit oleh auditor yang terdaftar dan diakui.

Langkah Persiapan IPO

Proses IPO tidak bisa dilakukan dalam semalam. Ada beberapa langkah yang harus dilalui:

Langkah pertama, perusahaan harus mempelajari regulasi dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan untuk mendapatkan arahan.

Langkah kedua, menyiapkan seluruh dokumen untuk pengajuan izin.

Langkah ketiga, mengubah bentuk dari perusahaan terbatas (Private Company) menjadi perusahaan publik (Public Company).

Langkah keempat, menentukan harga saham IPO melalui proses “Book Building” atau survei permintaan.

Langkah kelima, mendirikan dana pensiun dan menunjuk registrar efek.

Langkah keenam, mengajukan permohonan (Filing) ke OJK untuk mendapatkan izin penawaran saham.

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga IPO

Harga saham IPO tidak ditentukan secara acak, melainkan bergantung pada beberapa faktor:

Rekam jejak kinerja. Perusahaan yang memiliki catatan laba yang baik biasanya mendapatkan harga IPO yang lebih tinggi.

Kondisi pasar. Jika pasar saham sedang bullish dan ekonomi secara umum baik, harga IPO cenderung lebih tinggi.

Permintaan pasar. Dari proses Book Building, jika permintaan tinggi, penasihat keuangan akan menawarkan harga yang lebih tinggi.

Industri. Perusahaan yang beroperasi di industri populer biasanya mendapatkan harga IPO yang memuaskan.

Secara umum, penasihat keuangan akan menetapkan harga IPO di bawah harga pasar yang diharapkan agar investor mendapatkan pengalaman positif dan tertarik untuk berinvestasi lebih banyak di masa depan.

Cara Pemesanan Saham IPO

Investor dapat mengikuti pasar IPO dengan dua cara:

Cara 1: Pasar Primer (Primary Market)

Pada tahap ini, perusahaan menawarkan saham untuk pertama kalinya guna mengumpulkan dana, diumumkan melalui situs BEI atau situs perusahaan. Investor yang tertarik dapat memesan saham selama periode yang ditentukan.

Keuntungan dari cara ini adalah harga IPO biasanya lebih rendah dari harga pasar sebenarnya. Setelah saham masuk pasar dan harganya naik, investor akan mendapatkan keuntungan besar. Kadang harga bisa naik 100-200% dalam beberapa minggu.

Cara 2: Pasar Sekunder (Secondary Market)

Setelah perusahaan terdaftar di bursa, investor yang melewatkan kesempatan pertama dapat membeli saham melalui pasar sekunder. Namun, harganya biasanya sudah lebih tinggi dari harga IPO karena ini adalah transaksi antar investor. Perusahaan tidak mendapatkan dana tambahan dari transaksi ini.

Contoh Investasi di Saham IPO

Agar lebih jelas, berikut contoh investasi:

Kondisi awal. Perusahaan A didirikan oleh Founder dengan modal 3.600.000 rupiah, membeli 1.800.000 saham (Par Value) dengan harga 2 rupiah per saham.

Pelaksanaan IPO. Perusahaan memutuskan menawarkan tambahan 800.000 saham dengan harga 15 rupiah per saham, mengumpulkan dana sebesar 12.000.000 rupiah.

Hasil setelah IPO:

  • Founder tetap memegang 1.800.000 saham, nilainya sekarang menjadi 27.000.000 rupiah ((1,800,000 × 15)).
  • Investor IPO memegang 800.000 saham, nilai 12.000.000 rupiah.
  • Founder memegang 69,23% dan investor IPO 30,77%.
  • Total saham terdaftar di bursa sebanyak 2.800.000 saham.

Jika kemudian harga saham naik menjadi 25 rupiah, investor IPO akan mendapatkan keuntungan per saham sebesar 10 rupiah ((25-15)), total keuntungan 8.000.000 rupiah.

Di Mana Melihat Data IPO

Jika ingin mempelajari saham IPO yang akan masuk pasar, kunjungi situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) di www.set.or.th.

Di situs ini Anda akan menemukan:

  • Daftar perusahaan yang sedang dalam proses pencatatan (Upcoming IPO).
  • Daftar perusahaan yang baru melakukan penawaran saham IPO.
  • Harga IPO dan nilai nominal (Par Value).
  • Periode penawaran.
  • Dokumen pendukung seperti tujuan pengumpulan dana dan rencana operasional.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan perusahaan sekuritas atau lembaga keuangan untuk mendapatkan saran lebih lanjut.

Dampak IPO terhadap Ekonomi

Ketika perusahaan berhasil melakukan IPO dan mengumpulkan dana, ini berdampak pada perusahaan, investor, dan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Perusahaan dapat menggunakan dana tersebut untuk pengembangan bisnis, pembelian mesin, dan ekspansi produksi. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan pajak, dan menambah nilai bagi negara.

Contohnya, jika perusahaan pariwisata berhasil IPO dan mengumpulkan dana, mereka bisa membuka cabang hotel baru, menciptakan seribu lapangan pekerjaan, dan menarik lebih banyak wisatawan asing, yang menguntungkan perusahaan, masyarakat, dan ekonomi negara.

Sebaliknya, jika perusahaan gagal mengumpulkan dana, bisa menyebabkan kemunduran, kompetisi yang melemah, dan hilangnya manajer berbakat, yang merupakan kerugian bagi perekonomian secara umum.

Kesimpulan

Dari pemahaman tentang IPO yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa ipo adalah alat keuangan yang sangat penting bagi pengusaha yang ingin mengumpulkan dana dan bagi investor yang ingin mendapatkan hasil.

Investasi di saham IPO tidaklah sulit atau memerlukan keahlian khusus. Yang penting adalah belajar, memahami data, dan berhati-hati. Mereka yang cukup pengetahuan akan lebih berpeluang sukses dalam berinvestasi.

Jadi, jika Anda sedang mempertimbangkan untuk masuk ke pasar IPO, pelajari lebih dalam dari pasar modal, ikuti perkembangan perusahaan yang diminati, dan konsultasikan dengan penasihat keuangan. Semakin banyak Anda belajar, semakin besar peluang keberhasilan Anda.

PUBLIC-1,88%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)