Zelenskyy Menggambar Garis di Pasir: Damai Ya, Tapi Tidak dengan Mengorbankan Ukraina—Putin Menyuarakan Perlawanan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Seiring berjalannya tahun 2025, baik Ukraina maupun Rusia telah memberi sinyal melalui pidato Tahun Baru pemimpin mereka bahwa kedua pihak tidak siap untuk mundur, menggambarkan gambaran keras tentang kebuntuan diplomatik meskipun negosiasi damai yang sedang berlangsung.

Stance Teguh Zelenskyy tentang Perdamaian yang Kuat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membuka tahun dengan memperjelas posisi Ukraina dengan kejelasan yang tak terbantahkan. Meskipun mengakui kelelahan bangsa akibat konflik berkepanjangan, ia menolak gagasan menyerah. “Damai? Ya. Tapi dengan biaya apa pun? Tidak,” tegas Zelenskyy, menekankan bahwa Ukraina mencari akhir dari permusuhan, bukan akhir dari Ukraina itu sendiri.

Pesan presiden berpusat pada prinsip penting: kesepakatan yang lemah hanya akan memperpanjang perang. Ia berjanji bahwa tanda tangan putin-nya hanya akan muncul pada kesepakatan yang memenuhi standar ketat untuk ketahanan. Alih-alih mencari jeda sementara, Zelenskyy menekankan bahwa upaya diplomatik saat ini menargetkan “perdamaian yang kuat, bukan untuk sehari, seminggu, atau dua bulan, tetapi perdamaian selama bertahun-tahun.”

Negosiasi di Titik Krusial

Menurut laporan, keterlibatan Presiden AS Donald Trump dalam upaya mediasi telah membawa diskusi ke tahap lanjutan. Para negosiator mengklaim bahwa kerangka penyelesaian hampir 90 persen selesai, dengan 10 persen sisanya memuat isu-isu paling kontroversial—menentukan masa depan Ukraina, batas wilayah, dan stabilitas Eropa.

Wilayah tetap menjadi poin utama yang sulit disepakati, namun kedua delegasi terus bekerja menuju finalisasi.

Tekad Perang yang Dikenal Putin

Dalam pidatonya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali keyakinan Moskow bahwa Rusia pada akhirnya akan menang dalam Ukraina, meskipun konflik berlanjut ke tahun lain. Kata-katanya kepada tentara garis depan mencerminkan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap kelanjutan operasi militer daripada kompromi diplomatik.

Jalan ke Depan Masih Suram

Perbandingan pesan-pesan ini mengungkapkan tantangan mendasar: kedua ibu kota menunjukkan kekuatan dan tekad. Pernyataan Rusia mengenai serangan terhadap kediaman Putin dan reaksi selanjutnya menunjukkan bahwa mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam waktu dekat menghadapi hambatan besar. Apakah 2025 akan membawa diplomasi terobosan atau kebuntuan berkepanjangan tetap belum pasti.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)