Mengapa seluruh dunia tidak ingin punya anak lagi?
Jangan bicara tentang kesadaran, peningkatan pandangan, itu hanya satu kata: tidak mampu.
Sekarang di dunia ini: Orang miskin punya anak, adalah hukuman seumur hidup bagi diri sendiri; Orang kelas menengah tidak punya anak, takut kembali ke zaman sebelum kemerdekaan dalam semalam.
Lebih menjijikkan lagi hubungan antar gender sudah rusak, masih harus menggunakan anak sebagai lem pengikat.
Pria berpikir dengan jelas: Setelah menikah, punya anak seumur hidup, saya tanggung cicilan rumah, saya cari uang, saya peluk emosi, saya tanggung tanggung jawab, Kalau sedikit terlambat, langsung diberi label “tidak berguna”. Ini bukan membangun keluarga, ini menandatangani kontrak jual diri.
Wanita juga tidak bodoh: punya anak seumur hidup, tubuh melemah, karier terhenti, waktu habis, jalan mundur mati. Bilang “Aku menghidupimu” di mulut, realitasnya adalah kalimat pertama saat bertengkar: “Kamu makan dari aku, pakai dari aku, apa hakmu bicara?” Ini bukan cinta, ini perjudian risiko tinggi.
Jadi semua orang mulai belajar cerdas: Pria mulai pura-pura miskin, pura-pura sibuk, pura-pura tidak ingin menikah; Wanita mulai pura-pura mandiri, pura-pura santai, pura-pura tidak butuh keluarga. Bukan tidak ingin punya anak, tapi takut menyerahkan nyawa ke hubungan yang bisa sewaktu-waktu berubah.
Lebih kotor lagi Sekarang banyak pernikahan, bahkan pasangan suami istri saja tidak bisa menjalani dengan baik, mengapa berharap mereka bisa membesarkan anak bersama?
Dulu anak adalah harapan, sekarang adalah pengakselerasi: Kalau hubungan tidak stabil, punya satu langsung bubar; Kalau keuangan ketat, punya satu langsung ambruk; Kalau emosinya bermasalah, punya satu seluruh keluarga kena musibah.
Jadi jangan tanya lagi “Kenapa anak muda tidak punya anak lagi?” Jawabannya sangat kasar, juga sangat kejam:
Di zaman ini, Cinta tidak berharga, Pernikahan tidak aman, Tapi anak adalah ikatan seumur hidup.
Orang normal setelah menghitung, Akan memilih satu kalimat “Gue nggak mau ikut permainan ini.”
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa seluruh dunia tidak ingin punya anak lagi?
Jangan bicara tentang kesadaran, peningkatan pandangan,
itu hanya satu kata: tidak mampu.
Sekarang di dunia ini:
Orang miskin punya anak,
adalah hukuman seumur hidup bagi diri sendiri;
Orang kelas menengah tidak punya anak,
takut kembali ke zaman sebelum kemerdekaan dalam semalam.
Lebih menjijikkan lagi
hubungan antar gender sudah rusak,
masih harus menggunakan anak sebagai lem pengikat.
Pria berpikir dengan jelas:
Setelah menikah, punya anak seumur hidup,
saya tanggung cicilan rumah, saya cari uang,
saya peluk emosi, saya tanggung tanggung jawab,
Kalau sedikit terlambat,
langsung diberi label “tidak berguna”.
Ini bukan membangun keluarga, ini menandatangani kontrak jual diri.
Wanita juga tidak bodoh: punya anak seumur hidup,
tubuh melemah, karier terhenti,
waktu habis, jalan mundur mati.
Bilang “Aku menghidupimu” di mulut,
realitasnya adalah kalimat pertama saat bertengkar:
“Kamu makan dari aku, pakai dari aku,
apa hakmu bicara?”
Ini bukan cinta, ini perjudian risiko tinggi.
Jadi semua orang mulai belajar cerdas:
Pria mulai pura-pura miskin,
pura-pura sibuk, pura-pura tidak ingin menikah;
Wanita mulai pura-pura mandiri,
pura-pura santai, pura-pura tidak butuh keluarga.
Bukan tidak ingin punya anak,
tapi takut menyerahkan nyawa ke hubungan yang bisa sewaktu-waktu berubah.
Lebih kotor lagi
Sekarang banyak pernikahan,
bahkan pasangan suami istri saja tidak bisa menjalani dengan baik,
mengapa berharap mereka bisa membesarkan anak bersama?
Dulu anak adalah harapan,
sekarang adalah pengakselerasi:
Kalau hubungan tidak stabil, punya satu langsung bubar;
Kalau keuangan ketat, punya satu langsung ambruk;
Kalau emosinya bermasalah, punya satu seluruh keluarga kena musibah.
Jadi jangan tanya lagi
“Kenapa anak muda tidak punya anak lagi?”
Jawabannya sangat kasar, juga sangat kejam:
Di zaman ini,
Cinta tidak berharga,
Pernikahan tidak aman,
Tapi anak adalah ikatan seumur hidup.
Orang normal setelah menghitung,
Akan memilih satu kalimat
“Gue nggak mau ikut permainan ini.”