Investor yang ingin memantau kesehatan keuangan perusahaan perlu membaca laporan keuangan secara mendalam, terutama bagian aset yang menunjukkan kemampuan menghadapi krisis. Dalam artikel ini, kami akan mengupas pemahaman tentang aset yang berubah dengan cepat dan cara analisis yang tepat untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.
Apple menyimpan kas sebesar 48 miliar dolar tetapi piutang meningkat 62,7% - Apa tandanya?
Apple dianggap sebagai perusahaan dengan posisi keuangan yang kuat. Pada tahun 2019, perusahaan memiliki aset yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun sebanyak 162,8 miliar dolar, dengan kas dan aset setara kas sekitar 59 miliar dolar. Perbandingan neraca antara tahun 2019 dan 2020 menunjukkan hasil yang menarik.
Angka kas (Cash & Cash Equivalents) menurun lebih dari setengahnya, dari 90 miliar menjadi 48 miliar dolar, tetapi piutang usaha meningkat lebih dari 62%, dari 37 miliar menjadi 60 miliar dolar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mengubah cara pengelolaan kasnya, atau bisa juga menandakan penagihan dari pelanggan yang lebih lambat.
Apa sebenarnya aset lancar dan bagaimana bedanya dengan aset lainnya?
Aset lancar (Current Asset) adalah bagian yang tercantum dalam neraca yang menunjukkan nilai dari aset yang dapat dikonversi kembali menjadi kas dalam waktu 12 bulan. Angka ini membantu investor melihat seberapa likuid perusahaan dalam jangka pendek dan apakah perusahaan mampu melewati krisis.
Pembagian antara dua jenis aset:
Aset lancar - Dapat diubah menjadi kas dalam waktu singkat (tidak lebih dari satu tahun), sehingga sangat likuid, seperti kas, deposito, wesel tagih, piutang usaha, persediaan, perlengkapan kantor, termasuk pendapatan diterima di muka.
Aset tidak lancar - Sulit diubah menjadi kas dan dimiliki perusahaan lebih dari satu tahun. Tidak dapat membantu dalam krisis dengan cepat, seperti tanah, bangunan, mesin, investasi jangka panjang.
Apa saja komponen yang membentuk aset lancar?
Kas - Aset dengan likuiditas tertinggi
Kas adalah aset yang paling cepat dipindah-tangankan, dapat langsung digunakan untuk membayar hutang, dan menjadi media transaksi yang diterima semua orang. Namun, menyimpan terlalu banyak kas tidak memberikan hasil, sehingga bukan kebijakan yang baik bagi perusahaan.
Deposito - Keseimbangan antara likuiditas dan hasil
Deposito di bank mirip dengan kas, dapat dikonversi kembali menjadi kas dengan cepat. Keuntungannya adalah mendapatkan bunga, tetapi ada risiko terkait kondisi keuangan bank tempat deposito disimpan.
Investasi jangka pendek - Ladang hasil dari uang
Perusahaan mungkin berinvestasi dalam berbagai instrumen jangka pendek agar uang tetap aktif, seperti saham, obligasi, emas, yang memiliki risiko lebih tinggi tetapi berpotensi menghasilkan keuntungan dari investasi.
Wesel tagih - Perjanjian dengan jangka waktu kurang dari satu tahun
Merupakan pinjaman atau transaksi jual beli dengan jangka waktu beragam, memiliki risiko gagal bayar, tetapi dapat menghasilkan pendapatan dari bunga.
Piutang usaha - Catatan kredit yang diberikan
Uang yang masih ditunggak pelanggan kepada perusahaan. Bagian ini penting untuk keseimbangan perdagangan, tetapi berisiko hilang. Dalam krisis, pelanggan mungkin tidak mampu membayar.
Persediaan - Barang yang menunggu dijual
Bahan baku atau barang jadi yang menunggu dijual. Bisa dikonversi menjadi kas melalui penjualan, tetapi investor harus waspada apakah persediaan ini mengalami penurunan normal atau menjadi barang “tertinggal” yang menjadi biaya tersimpan perusahaan.
Perlengkapan kantor - Material habis pakai
Perlengkapan kantor termasuk aset lancar karena digunakan dalam waktu singkat, seperti kertas, pena, perlengkapan kantor lain yang masa pakainya kurang dari satu tahun.
Pendapatan diterima di muka dan biaya dibayar di muka - Jaminan masa depan
Pendapatan yang belum diterima tetapi kemungkinan besar akan diterima di masa depan, atau biaya yang dibayar di muka untuk mendapatkan manfaat di kemudian hari.
Apa yang dikatakan data aset lancar dalam neraca kepada investor?
Aset lancar yang tercantum dalam neraca adalah indikator penting dari “kemampuan bertahan” perusahaan dalam jangka pendek. Jika terjadi kejadian tak terduga, seperti krisis COVID-19 yang sementara membuat perusahaan tidak bisa menagih pendapatan, perusahaan tetap harus membayar gaji karyawan, sewa, biaya perawatan mesin. Angka aset lancar yang besar menjadi semacam pelampung saat itu.
Kualitas aset ini sama pentingnya dengan jumlahnya. Misalnya, kas atau deposito pasti bisa dikonversi menjadi kas, tetapi piutang usaha dalam krisis mungkin tidak terbayar. Persediaan yang banyak bisa menjadi beban, bukan aset.
Oleh karena itu, investor cerdas tidak hanya melihat angka total aset lancar, tetapi juga memeriksa pengelompokannya dan kualitas masing-masing item. Mana yang benar-benar kas, mana yang piutang berisiko, dan mana yang persediaan yang menumpuk.
Ringkasan poin yang harus dipahami investor
Membaca dan menafsirkan aset lancar dengan benar adalah keterampilan dasar bagi investor yang ingin menganalisis kualitas keuangan perusahaan. Angka aset lancar dalam neraca memberi gambaran umum tentang likuiditas jangka pendek, tetapi hal yang penting adalah melihatnya secara mendalam.
Perlengkapan kantor, piutang, persediaan tidak semuanya memiliki kualitas yang sama. Beberapa aset bisa dikonversi menjadi kas dengan pasti, yang lain berisiko tinggi. Kejadian mendadak seperti COVID-19 membuktikan bahwa perusahaan dengan aset lancar yang banyak dan berkualitas baik akan lebih mampu bertahan.
Oleh karena itu, saat memutuskan investasi, mendalami aset lancar adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa perlengkapan kantor dianggap sebagai aset lancar dan penting untuk memahami rinciannya dalam analisis laporan keuangan
Investor yang ingin memantau kesehatan keuangan perusahaan perlu membaca laporan keuangan secara mendalam, terutama bagian aset yang menunjukkan kemampuan menghadapi krisis. Dalam artikel ini, kami akan mengupas pemahaman tentang aset yang berubah dengan cepat dan cara analisis yang tepat untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.
Apple menyimpan kas sebesar 48 miliar dolar tetapi piutang meningkat 62,7% - Apa tandanya?
Apple dianggap sebagai perusahaan dengan posisi keuangan yang kuat. Pada tahun 2019, perusahaan memiliki aset yang dapat diubah menjadi kas dalam satu tahun sebanyak 162,8 miliar dolar, dengan kas dan aset setara kas sekitar 59 miliar dolar. Perbandingan neraca antara tahun 2019 dan 2020 menunjukkan hasil yang menarik.
Angka kas (Cash & Cash Equivalents) menurun lebih dari setengahnya, dari 90 miliar menjadi 48 miliar dolar, tetapi piutang usaha meningkat lebih dari 62%, dari 37 miliar menjadi 60 miliar dolar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mengubah cara pengelolaan kasnya, atau bisa juga menandakan penagihan dari pelanggan yang lebih lambat.
Apa sebenarnya aset lancar dan bagaimana bedanya dengan aset lainnya?
Aset lancar (Current Asset) adalah bagian yang tercantum dalam neraca yang menunjukkan nilai dari aset yang dapat dikonversi kembali menjadi kas dalam waktu 12 bulan. Angka ini membantu investor melihat seberapa likuid perusahaan dalam jangka pendek dan apakah perusahaan mampu melewati krisis.
Pembagian antara dua jenis aset:
Aset lancar - Dapat diubah menjadi kas dalam waktu singkat (tidak lebih dari satu tahun), sehingga sangat likuid, seperti kas, deposito, wesel tagih, piutang usaha, persediaan, perlengkapan kantor, termasuk pendapatan diterima di muka.
Aset tidak lancar - Sulit diubah menjadi kas dan dimiliki perusahaan lebih dari satu tahun. Tidak dapat membantu dalam krisis dengan cepat, seperti tanah, bangunan, mesin, investasi jangka panjang.
Apa saja komponen yang membentuk aset lancar?
Kas - Aset dengan likuiditas tertinggi
Kas adalah aset yang paling cepat dipindah-tangankan, dapat langsung digunakan untuk membayar hutang, dan menjadi media transaksi yang diterima semua orang. Namun, menyimpan terlalu banyak kas tidak memberikan hasil, sehingga bukan kebijakan yang baik bagi perusahaan.
Deposito - Keseimbangan antara likuiditas dan hasil
Deposito di bank mirip dengan kas, dapat dikonversi kembali menjadi kas dengan cepat. Keuntungannya adalah mendapatkan bunga, tetapi ada risiko terkait kondisi keuangan bank tempat deposito disimpan.
Investasi jangka pendek - Ladang hasil dari uang
Perusahaan mungkin berinvestasi dalam berbagai instrumen jangka pendek agar uang tetap aktif, seperti saham, obligasi, emas, yang memiliki risiko lebih tinggi tetapi berpotensi menghasilkan keuntungan dari investasi.
Wesel tagih - Perjanjian dengan jangka waktu kurang dari satu tahun
Merupakan pinjaman atau transaksi jual beli dengan jangka waktu beragam, memiliki risiko gagal bayar, tetapi dapat menghasilkan pendapatan dari bunga.
Piutang usaha - Catatan kredit yang diberikan
Uang yang masih ditunggak pelanggan kepada perusahaan. Bagian ini penting untuk keseimbangan perdagangan, tetapi berisiko hilang. Dalam krisis, pelanggan mungkin tidak mampu membayar.
Persediaan - Barang yang menunggu dijual
Bahan baku atau barang jadi yang menunggu dijual. Bisa dikonversi menjadi kas melalui penjualan, tetapi investor harus waspada apakah persediaan ini mengalami penurunan normal atau menjadi barang “tertinggal” yang menjadi biaya tersimpan perusahaan.
Perlengkapan kantor - Material habis pakai
Perlengkapan kantor termasuk aset lancar karena digunakan dalam waktu singkat, seperti kertas, pena, perlengkapan kantor lain yang masa pakainya kurang dari satu tahun.
Pendapatan diterima di muka dan biaya dibayar di muka - Jaminan masa depan
Pendapatan yang belum diterima tetapi kemungkinan besar akan diterima di masa depan, atau biaya yang dibayar di muka untuk mendapatkan manfaat di kemudian hari.
Apa yang dikatakan data aset lancar dalam neraca kepada investor?
Aset lancar yang tercantum dalam neraca adalah indikator penting dari “kemampuan bertahan” perusahaan dalam jangka pendek. Jika terjadi kejadian tak terduga, seperti krisis COVID-19 yang sementara membuat perusahaan tidak bisa menagih pendapatan, perusahaan tetap harus membayar gaji karyawan, sewa, biaya perawatan mesin. Angka aset lancar yang besar menjadi semacam pelampung saat itu.
Kualitas aset ini sama pentingnya dengan jumlahnya. Misalnya, kas atau deposito pasti bisa dikonversi menjadi kas, tetapi piutang usaha dalam krisis mungkin tidak terbayar. Persediaan yang banyak bisa menjadi beban, bukan aset.
Oleh karena itu, investor cerdas tidak hanya melihat angka total aset lancar, tetapi juga memeriksa pengelompokannya dan kualitas masing-masing item. Mana yang benar-benar kas, mana yang piutang berisiko, dan mana yang persediaan yang menumpuk.
Ringkasan poin yang harus dipahami investor
Membaca dan menafsirkan aset lancar dengan benar adalah keterampilan dasar bagi investor yang ingin menganalisis kualitas keuangan perusahaan. Angka aset lancar dalam neraca memberi gambaran umum tentang likuiditas jangka pendek, tetapi hal yang penting adalah melihatnya secara mendalam.
Perlengkapan kantor, piutang, persediaan tidak semuanya memiliki kualitas yang sama. Beberapa aset bisa dikonversi menjadi kas dengan pasti, yang lain berisiko tinggi. Kejadian mendadak seperti COVID-19 membuktikan bahwa perusahaan dengan aset lancar yang banyak dan berkualitas baik akan lebih mampu bertahan.
Oleh karena itu, saat memutuskan investasi, mendalami aset lancar adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.