Morgan Stanley baru-baru ini mengemukakan sebuah pandangan menarik: protokol konsensus XRP mengungguli Bitcoin dalam hal efisiensi, dan mekanisme operasinya lebih mendekati kebutuhan nyata sistem perbankan saat ini. Penilaian ini menyentuh sebuah isu inti—perbedaan mendasar dalam filosofi desain antara berbagai blockchain publik.
Bitcoin menggunakan mekanisme bukti kerja (PoW), yang sangat aman tetapi membutuhkan energi besar dan konfirmasi transaksi yang lambat. Sebaliknya, algoritma konsensus XRP mencapai kesepakatan melalui jaringan validator node, responsnya jauh lebih cepat, dan biayanya juga lebih rendah. Untuk skenario keuangan seperti pembayaran lintas batas dan penyelesaian real-time, keunggulan XRP memang jelas.
Sistem perbankan mengejar lingkungan transaksi yang efisien, berbiaya rendah, dan dapat dikendalikan. Dari sudut pandang ini, pendekatan desain XRP lebih dekat dengan infrastruktur keuangan tradisional. Mungkin ini menjelaskan mengapa dalam aplikasi tingkat institusi, XRP selalu mendapatkan perhatian besar. Tentu saja, pilihan teknologi juga melibatkan pertimbangan keamanan, kedewasaan ekosistem, dan faktor lainnya, sehingga tidak bisa disimpulkan secara sederhana mana yang lebih unggul—hanya dalam skenario tertentu, XRP benar-benar menunjukkan daya saing yang unik.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Morgan Stanley baru-baru ini mengemukakan sebuah pandangan menarik: protokol konsensus XRP mengungguli Bitcoin dalam hal efisiensi, dan mekanisme operasinya lebih mendekati kebutuhan nyata sistem perbankan saat ini. Penilaian ini menyentuh sebuah isu inti—perbedaan mendasar dalam filosofi desain antara berbagai blockchain publik.
Bitcoin menggunakan mekanisme bukti kerja (PoW), yang sangat aman tetapi membutuhkan energi besar dan konfirmasi transaksi yang lambat. Sebaliknya, algoritma konsensus XRP mencapai kesepakatan melalui jaringan validator node, responsnya jauh lebih cepat, dan biayanya juga lebih rendah. Untuk skenario keuangan seperti pembayaran lintas batas dan penyelesaian real-time, keunggulan XRP memang jelas.
Sistem perbankan mengejar lingkungan transaksi yang efisien, berbiaya rendah, dan dapat dikendalikan. Dari sudut pandang ini, pendekatan desain XRP lebih dekat dengan infrastruktur keuangan tradisional. Mungkin ini menjelaskan mengapa dalam aplikasi tingkat institusi, XRP selalu mendapatkan perhatian besar. Tentu saja, pilihan teknologi juga melibatkan pertimbangan keamanan, kedewasaan ekosistem, dan faktor lainnya, sehingga tidak bisa disimpulkan secara sederhana mana yang lebih unggul—hanya dalam skenario tertentu, XRP benar-benar menunjukkan daya saing yang unik.