Trader mata uang kripto harus bertanya pada diri sendiri: Saat membuat pesanan itu, apakah benar-benar bertindak sesuai rencana yang sudah ditetapkan, atau hanya karena tidak nyaman melihat posisi kosong, sehingga harus melakukan operasi demi ketenangan?
Kamu tahu tidak? Mayoritas orang rugi dalam trading, bukan karena teknik mereka jelek. Masalahnya terletak pada akar yang lebih dalam — tidak berpikir jernih sebelum terjun.
Saat tren berfluktuasi, emosi langsung kacau; harga naik sedikit, tangan mulai gatal. Setelah transaksi sudah selesai, baru tersadar: Kenapa saya masuk posisi? Kalau terbalik, harus taruh stop loss di mana? Ini bukan trading, ini taruhan di bawah pembajakan emosi.
Mau sukses di industri ini, sebelum masuk posisi harus pikirkan empat hal ini dengan matang:
**Pertama, logika transaksi ini sebenarnya apa?** Berdasarkan tren pasar, formasi K-line, atau apa? Harus ada alasan, tidak bisa berdasarkan perasaan.
**Kedua, maksimal bisa rugi berapa?** Ini langsung berkaitan dengan berapa lama modal kamu bertahan. Ini adalah batas bawah, harus ditentukan.
**Ketiga, stop loss diletakkan di mana?** Jangan kabur-kaburan. Stop loss yang jelas bisa mencegahmu berlari terlalu jauh di jalan yang salah.
**Keempat, kalau tren tidak sesuai skenario, kapan harus cut loss?** Tidak boleh ragu-ragu, keraguan hanya bikin rugi lebih banyak.
Belum pikirkan semua ini tapi langsung terjun? Siaplah untuk digebuk pasar berulang kali.
Lihat para profesional yang stabil untung, mereka tidak pernah panik gara-gara beberapa batang K-line. Mereka mengerti satu prinsip: naik belum tentu harus kejar, turun juga belum tentu harus beli. Ambil kesempatan saat kesempatan datang, yaitu pada zona harga yang sesuai kondisimu. Gimana cara kontrol risiko? Via desain posisi, via perencanaan matang, bukan ide dadakan.
Tangan terasa sangat gatal? Tutup aplikasi chart, dan riview dengan tenang: Operasi terakhir sudah menyimpang dari rencana? Saat floating loss ada ubah posisi sembarangan? Operasi berturut-turut sampai habiskan kesabaran?
Pada akhirnya, bisa untung stabil atau tidak, tidak bergantung pada bisa tidaknya prediksi akurat, tapi pada bisa tidaknya memegang aturan dan eksekusi berulang. Kuasai tanganmu dulu, jangan main kartu sembarangan, baru layak bicara soal keuntungan stabil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GasWaster69
· 01-10 22:54
Benar, kecemasan tidak memiliki posisi adalah penyakit mematikan, aku selalu kena setiap kali.
Lihat AsliBalas0
MindsetExpander
· 01-10 22:52
Singkatnya, itu adalah kekuatan pikiran yang mengganggu, saya sangat memahami perasaan tidak nyaman saat tidak memiliki posisi, terlalu sering mengalami kerugian besar karena hal ini.
Lihat AsliBalas0
CountdownToBroke
· 01-10 22:52
Membuat hati terasa terlalu pedih, saya adalah orang bodoh yang tidak bisa duduk diam dengan posisi kosong
Lihat AsliBalas0
ShitcoinConnoisseur
· 01-10 22:49
Benar, saya sekarang setiap kali bertanya pada diri sendiri kalimat ini, lalu menyadari bahwa saya sama sekali tidak bisa menjawabnya haha
Lihat AsliBalas0
SillyWhale
· 01-10 22:43
Benar sekali, saya memang orang yang merasa tidak nyaman saat melihat posisi short dan harus melakukan tindakan... Berapa banyak biaya pendidikan yang sudah saya keluarkan?
Lihat AsliBalas0
ContractCollector
· 01-10 22:43
Hai, itu sangat menyentuh hati... Saya adalah tipe orang yang tangan suka gatal, sering merasa tidak nyaman saat kosongkan posisi dan melakukan trading sembarangan.
Trader mata uang kripto harus bertanya pada diri sendiri: Saat membuat pesanan itu, apakah benar-benar bertindak sesuai rencana yang sudah ditetapkan, atau hanya karena tidak nyaman melihat posisi kosong, sehingga harus melakukan operasi demi ketenangan?
Kamu tahu tidak? Mayoritas orang rugi dalam trading, bukan karena teknik mereka jelek. Masalahnya terletak pada akar yang lebih dalam — tidak berpikir jernih sebelum terjun.
Saat tren berfluktuasi, emosi langsung kacau; harga naik sedikit, tangan mulai gatal. Setelah transaksi sudah selesai, baru tersadar: Kenapa saya masuk posisi? Kalau terbalik, harus taruh stop loss di mana? Ini bukan trading, ini taruhan di bawah pembajakan emosi.
Mau sukses di industri ini, sebelum masuk posisi harus pikirkan empat hal ini dengan matang:
**Pertama, logika transaksi ini sebenarnya apa?** Berdasarkan tren pasar, formasi K-line, atau apa? Harus ada alasan, tidak bisa berdasarkan perasaan.
**Kedua, maksimal bisa rugi berapa?** Ini langsung berkaitan dengan berapa lama modal kamu bertahan. Ini adalah batas bawah, harus ditentukan.
**Ketiga, stop loss diletakkan di mana?** Jangan kabur-kaburan. Stop loss yang jelas bisa mencegahmu berlari terlalu jauh di jalan yang salah.
**Keempat, kalau tren tidak sesuai skenario, kapan harus cut loss?** Tidak boleh ragu-ragu, keraguan hanya bikin rugi lebih banyak.
Belum pikirkan semua ini tapi langsung terjun? Siaplah untuk digebuk pasar berulang kali.
Lihat para profesional yang stabil untung, mereka tidak pernah panik gara-gara beberapa batang K-line. Mereka mengerti satu prinsip: naik belum tentu harus kejar, turun juga belum tentu harus beli. Ambil kesempatan saat kesempatan datang, yaitu pada zona harga yang sesuai kondisimu. Gimana cara kontrol risiko? Via desain posisi, via perencanaan matang, bukan ide dadakan.
Tangan terasa sangat gatal? Tutup aplikasi chart, dan riview dengan tenang: Operasi terakhir sudah menyimpang dari rencana? Saat floating loss ada ubah posisi sembarangan? Operasi berturut-turut sampai habiskan kesabaran?
Pada akhirnya, bisa untung stabil atau tidak, tidak bergantung pada bisa tidaknya prediksi akurat, tapi pada bisa tidaknya memegang aturan dan eksekusi berulang. Kuasai tanganmu dulu, jangan main kartu sembarangan, baru layak bicara soal keuntungan stabil.