Harga Bitcoin baru-baru ini menghadapi tekanan turun yang terus-menerus, bahkan sempat turun di bawah angka $90.000—penurunan lebih dari 27% dari rekor tertingginya pada akhir Oktober. Sentimen pasar pun jatuh ke level "ketakutan ekstrem", dengan Fear & Greed Index hanya mencapai 11, posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, di tengah pesimisme ini, sejumlah analis terkemuka melihat tanda-tanda bahwa Bitcoin tengah bersiap untuk gelombang ekspansi besar ketiga, dengan proyeksi harga mulai dari $200.000 hingga $240.000.
01 Sentimen Pasar: Peluang Tersembunyi di Balik Ketakutan Ekstrem
Berdasarkan data Gate per 18 November, Fear & Greed Index Bitcoin turun ke angka 11, menandakan "ketakutan ekstrem".
Sentimen seperti ini seringkali menjadi indikator kontrarian. Data historis menunjukkan bahwa ketika indeks ini berada di bawah 15, biasanya menandai mendekatnya titik terendah pasar.
Saat ini, Bitcoin bergerak di kisaran $91.836, dengan perubahan harga 24 jam sebesar -0,4%. Rentang harga selama satu hari terakhir berada di antara $91.202 hingga $96.188.
Jika dihitung dari rekor tertinggi di bulan Oktober sebesar $126.000, Bitcoin telah mengalami koreksi lebih dari 27% dan kini berada di zona support kunci.
02 Sinyal Bullish: Analis Sepakat pada Teori Gelombang Ketiga
Analis pasar Gert Van Lagen mencatat bahwa Bitcoin kembali memantul dari simple moving average (SMA) 40-minggu, mengindikasikan gelombang koreksi kedua mungkin hampir selesai dan gelombang ekspansi ketiga sudah di depan mata.
Model Elliott Wave "bertahap" versi Van Lagen menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung membangun fondasi yang kuat sebelum setiap lonjakan besar.
Pola serupa pada 2019 dan 2023 mendahului reli tajam, yang mengisyaratkan bahwa konsolidasi saat ini bisa menjadi landasan bagi lonjakan parabola berikutnya.
Analis kripto lain, Jelle, juga sependapat. Ia meyakini Bitcoin saat ini menghadapi resistance di sekitar titik tengah channel naik jangka panjangnya.
Begitu Bitcoin berhasil menembus level ini, batas atas channel—sekitar $350.000—berpotensi membuka peluang kenaikan yang signifikan.
03 Teori Gelombang: Membaca Supercycle Bitcoin
Teori supercycle Bitcoin muncul pada bull market sebelumnya, ketika ekspektasi harga mencapai $100.000 sangat tinggi.
Ekspektasi tersebut sempat memudar saat bear market, namun kini, ketika Bitcoin diperdagangkan di atas $100.000, keyakinan pada supercycle kembali menguat.
Analis Weslad menyoroti bahwa jika supercycle masih berlangsung, harga Bitcoin masih jauh dari puncaknya yang sebenarnya.
Menurut teori supercycle, gelombang ketiga masih berjalan dan belum mencapai puncaknya.
Weslad menjelaskan bahwa jika gelombang ketiga ini selesai, Bitcoin bisa mencapai $172.000—kenaikan lebih dari 50% dari level saat ini.
Penyelesaian gelombang ketiga akan mengonfirmasi bahwa tren supercycle masih utuh. Setelah Bitcoin menyentuh $172.000, pasar kemungkinan akan memasuki gelombang keempat yang lebih bearish.
Analis kripto ini memperkirakan gelombang keempat akan menghapus seluruh kenaikan dari gelombang ketiga, menarik Bitcoin turun kembali ke $107.000.
Namun, hal ini justru membuka jalan bagi gelombang kelima dan terakhir, yang biasanya paling bullish.
Weslad memprediksi gelombang terakhir bisa mendorong Bitcoin hingga $300.000, mengacu pada siklus bull 2020–2021 sebagai preseden.
04 Optimisme Institusi: Bitwise Memetakan Target $200K
Ryan Rasmussen, Head of Research di Bitwise, baru-baru ini menetapkan target harga yang lebih ambisius, memproyeksikan Bitcoin mencapai $200.000 pada 2025.
Prediksi ini datang dari analis yang sebelumnya secara akurat memprediksi persetujuan ETF Bitcoin spot pada 2024, sehingga mendapat perhatian besar dari pasar.
Tesis Rasmussen didasarkan pada beberapa faktor utama: arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot yang memecahkan rekor, kebijakan ramah kripto di bawah pemerintahan Trump, serta kemunculan rencana pensiun 401(k) sebagai kanal baru adopsi kripto ritel yang berpotensi menarik miliaran dolar.
Masuknya Coinbase ke S&P 500 dan MicroStrategy ke Nasdaq juga diperkirakan akan menarik lebih banyak modal institusi ke pasar.
05 Data On-Chain: Tekanan Jual Mereda, Prospek Bullish Menguat
Meski pergerakan harga jangka pendek masih lemah, data on-chain menunjukkan sinyal positif. Glassnode melaporkan bahwa open interest kontrak futures menurun setelah peristiwa likuidasi 10 Oktober, dengan aktivitas derivatif melambat di berbagai bursa.
Ukuran rata-rata order untuk futures BTC juga menyusut signifikan, menandakan partisipasi whale yang lebih rendah dan pengaruh trader ritel yang lebih besar.
Namun, pola likuidasi on-chain justru bisa menjadi sinyal pembalikan bullish. Data dari Hyblock Capital menunjukkan adanya klaster likuidasi long di sekitar $100.000 pada 4 November, mengisyaratkan potensi mean reversion lokal sebelum pemulihan moderat.
Jika kantong likuidasi terbaru di sekitar gap CME memicu rebound lain, Bitcoin bisa membentuk pivot pembalikan bullish di atas $105.000, memperkuat tren naik yang digambarkan para analis.
06 Lingkungan Makro: Pemulihan Ekonomi Bisa Dongkrak Bitcoin
Peneliti makro Sminston With menulis bahwa kondisi ekonomi yang lebih luas mungkin segera mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
With mencatat bahwa US Purchasing Managers’ Index (PMI)—indikator utama aktivitas bisnis—telah berada di bawah 50 selama hampir tiga tahun, menandai perlambatan ekonomi terpanjang sejak pencatatan dimulai pada 1948.
Secara historis, perlambatan berkepanjangan seperti ini sering diikuti oleh pemulihan kuat seiring normalisasi siklus bisnis.
Rebound ini, atau "mean reversion", biasanya menarik investor kembali ke aset berisiko tinggi, membuka jalan bagi kembalinya minat risiko.
Sebagai aset berisiko tinggi dan berpotensi tumbuh pesat, Bitcoin bisa menjadi salah satu penerima manfaat utama ketika kepercayaan pasar pulih.
07 Strategi Trading: Menangkap Peluang di Tengah Volatilitas
Untuk strategi trading jangka pendek, analis Gate merekomendasikan titik masuk BTC di kisaran $91.200 hingga $92.000, dan ETH di kisaran $2.950 hingga $3.050.
Untuk level take-profit dan stop-loss, tetapkan BTC pada ±5% dan ETH pada ±7%. Manajemen posisi sebaiknya menggunakan 10–15% dari total modal, dengan rating risiko menengah.
Untuk perencanaan investasi jangka menengah, tren diperkirakan akan bergerak sideways dengan optimisme yang hati-hati. Alokasi yang disarankan: 60% BTC dan 40% ETH. Perhatikan dengan saksama faktor-faktor utama seperti kebijakan regulasi SEC dan tren investasi institusi.
Prospek pasar: probabilitas bull market 30%, bear market 20%, dan sideways market 50%. Katalis utama meliputi kerangka regulasi SEC dan pergerakan investasi institusi.
Struktur pasar diperkirakan akan semakin jelas dalam 1–3 bulan ke depan.
Outlook
Pasar selalu bergerak di antara ketakutan dan keserakahan, namun wawasan sejati datang dari kemampuan melihat melampaui gejolak emosi. Ketika Fear Index turun ke 11 dan Bitcoin anjlok lebih dari 27% dari puncaknya, sejarah menunjukkan ini sering menjadi ketenangan sebelum badai.
Potensi gelombang ekspansi ketiga Bitcoin memang tidak akan berjalan mulus, namun begitu dimulai, target $200.000 bukan lagi sekadar mimpi yang sulit dicapai.
Pasar keuangan selalu memberi ganjaran bagi mereka yang tetap rasional saat yang lain dikuasai ketakutan.


