Stablecoin JPYC, yang sepenuhnya didukung oleh yen Jepang, secara resmi diluncurkan pada 27 Oktober (Senin), menandai langkah penting negara tersebut menuju keuangan blockchain. JPYC didukung oleh yen Jepang dan obligasi pemerintah Jepang sebagai aset cadangan, bertujuan untuk mempercepat transformasi Jepang, yang merupakan ekonomi tradisional “cash is king”, ke pembayaran digital. Sementara itu, tiga bank besar Jepang, termasuk Mitsubishi UFJ, berencana untuk meluncurkan sistem stablecoin yen mereka sendiri secara bersamaan pada 31 Oktober, fokus pada penyelesaian perusahaan. Para analis percaya bahwa JPYC berpotensi menjadi stablecoin non-dolar yang signifikan pertama selain stablecoin dolar, mendorong diversifikasi likuiditas Asia, dan akan meresap ke dalam bidang Keuangan Desentralisasi, tokenisasi aset, dan lainnya dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Peluncuran resmi JPYC terjadi setelah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan Jepang (FSA), mencerminkan sikap terbuka regulator Jepang terhadap keuangan blockchain. Meskipun Jepang secara historis adalah negara yang didominasi oleh transaksi tunai, meningkatnya partisipasi institusi menunjukkan bahwa sebuah perubahan mendalam dalam keuangan sedang berlangsung.
Menurut laporan Reuters, JPYC adalah stablecoin yang sepenuhnya dapat ditukar dengan yen, yang cadangannya didukung oleh tabungan domestik Jepang dan obligasi pemerintah Jepang (JGB). Cadangan aset yang sangat patuh dan transparan ini memberikan jaminan stabilitas dan tingkat kepercayaan untuk JPYC.
Peluncuran JPYC bukanlah perjuangan yang sendirian. “Tiga raksasa” perbankan Jepang—Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui, dan Mizuho—juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan sistem stablecoin yen secara bersama-sama melalui platform Progmat Mitsubishi UFJ pada 31 Oktober, yang terutama ditujukan untuk pembayaran perusahaan.
Tindakan bersama di industri perbankan ini memiliki makna praktis yang besar:
Dengan peluncuran resmi JPYC, ia menjadi stablecoin non-dolar yang penting pertama yang didukung oleh ekonomi utama, yang memiliki makna mendalam bagi pasar stablecoin global yang saat ini didominasi oleh dolar.
Saat ini, ukuran pasar stabilcoin global melebihi 286 miliar dolar AS, di mana 99% terikat pada dolar AS. Munculnya JPYC dapat membawa perubahan berikut:
Wakil Gubernur Bank Jepang Ryozo Himino baru-baru ini menunjukkan bahwa stablecoin “mungkin menjadi peran kunci dalam sistem pembayaran global”, dan dapat sebagian menggantikan simpanan bank tradisional. Para analis memperkirakan bahwa token yang dipatok pada yen akan mendapatkan daya tarik yang signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dan mungkin meluas ke keuangan desentralisasi (DeFi), aset yang ter-tokenisasi, dan jaringan pembayaran lintas batas dalam ekosistem crypto yang lebih luas.
Peluncuran JPYC adalah sinyal definitif Jepang untuk memeluk keuangan digital. Dengan dorongan dari raksasa institusi, persetujuan regulasi, dan inovasi teknologi, stablecoin yen berpotensi menjadi kekuatan penting dalam diversifikasi pasar stablecoin global dan secara mendalam mempengaruhi lanskap keuangan di kawasan Asia. Investor harus memperhatikan dengan cermat bagaimana stablecoin yen akan terintegrasi ke dalam Keuangan Desentralisasi dan infrastruktur keuangan yang lebih luas dalam dua tahun ke depan, terutama dalam hal permintaan obligasi pemerintah Jepang dan peningkatan efisiensi pembayaran lintas batas.
Peringatan: Artikel ini adalah informasi berita dan tidak merupakan saran investasi. Pasar kripto bergejolak dengan tajam, investor harus melakukan keputusan dengan hati-hati.