Berita Gate News, pada 16 Maret, Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa mantan Wakil Kepala Polisi County Los Angeles, Michael David Koberger, dijatuhi hukuman penjara federal selama 63 bulan karena terlibat dalam pemerasan terkait mata uang kripto dan tindakan penegakan hukum palsu. Kasus ini melibatkan penyalahgunaan kekuasaan, pemerasan terhadap pesaing, dan pemalsuan prosedur penangkapan, yang memicu diskusi luas di bidang industri kripto dan sistem penegakan hukum.
Menurut pengungkapan jaksa, Koberger bersekongkol dengan pengusaha Adam Iza, yang menyebut dirinya sebagai “Godfather” mata uang kripto, melalui intimidasi dan penyalahgunaan identitas penegak hukum, untuk memeras target yang memiliki sengketa bisnis dengan Iza. Koberger telah mengaku bersalah pada September 2025, mengakui bahwa dia menggunakan identitas penegak hukum untuk mendukung kegiatan ilegal.
Investigasi menunjukkan bahwa Iza secara permanen mempekerjakan petugas penegak hukum yang sedang tidak bertugas sebagai pengawal dan penasihat, serta membayar biaya tinggi untuk membantu mendapatkan informasi tentang pesaing dan campur tangan dalam konflik bisnis. Menurut materi dakwaan, Koberger menerima setidaknya 20.000 dolar AS setiap bulan, sambil tetap menjabat dalam sistem penegakan hukum.
Salah satu tuduhan utama dalam kasus ini berkaitan dengan konfrontasi pada Oktober 2021. Seorang korban dibawa ke sebuah kediaman pribadi di Los Angeles, di mana Iza menunjukkan senjata untuk mengintimidasi, sementara Koberger yang saat itu masih aktif sebagai polisi turut serta dalam pemeriksaan. Akhirnya, korban dipaksa mentransfer sekitar 127.000 dolar AS ke rekening yang dikendalikan Iza.
Selain itu, jaksa juga mengungkapkan sebuah operasi “penangkapan palsu” yang dirancang dengan matang. Iza dan Koberger mengelabui korban untuk pergi dari Florida ke Los Angeles, lalu melakukan penyekatan lalu lintas di lokasi yang telah disiapkan, dan seorang petugas penegak hukum lain melakukan penangkapan dengan alasan menemukan narkoba di dalam mobil. Keduanya kemudian menyaksikan dan merekam proses tersebut untuk digunakan sebagai alat intimidasi dan ejekan setelahnya.
Iza sebelumnya telah ditangkap pada September 2024 dan menghadapi berbagai dakwaan termasuk konspirasi, penipuan telekomunikasi, dan penggelapan pajak. Kasus ini melibatkan dana miliaran dolar, termasuk sekitar 16 juta dolar dalam bentuk aset kripto, dan terkait dengan kasus pidana lain seperti percobaan perampokan rumah yang gagal.
Jaksa menegaskan bahwa kasus ini menyoroti risiko penyalahgunaan kekuasaan oleh petugas penegak hukum yang terlibat dalam kejahatan terkait kripto, serta mencerminkan bagaimana sebagian modal abu-abu memanfaatkan sumber daya penegak hukum untuk memperluas pengaruh ilegal. Saat ini, Iza telah mengaku bersalah dan menunggu putusan akhir dari pengadilan federal, sementara kasus terkait masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.