Selama dengar pendapat pada 5 Maret, yang diadakan di Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan, Anggota Sean Casten menyatakan kekhawatiran besar mengenai regulasi yang ramah terhadap cryptocurrency, dengan mengatakan bahwa hal ini dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat
Pernyataan ini dirilis dalam konteks debat mengenai “Undang-Undang Penangkal Konflik Taiwan 2025”, di mana Casten mengkritik tokoh-tokoh seperti Presiden Donald Trump dan pengusaha Elon Musk atas dukungan mereka terhadap regulasi-regulasi tersebut.
Tuduhan Casten: kriptokurensi dan risiko Ransomware
Sean Casten menunjukkan bahwa kebijakan pro-kripto dapat membuatnya “sama sekali tidak mungkin” untuk menentukan asal dana yang ditransfer, meningkatkan risiko kegiatan ilegal. Dia menekankan bagaimana 100% serangan ransomware di AS didanai melalui kripto, menyoroti perlunya menjaga hukum survei dan anti-pencucian uang tetap ketat.
Menanggapi pernyataan Casten, Anggota Kongres Warren Davidson, yang dikenal karena sikap pro-kriptocurrencynya, membela perlunya seimbang antara keamanan dan privasi. Davidson mengkritik pendekatan Casten sebagai haus akan “negara pengawasan”, sebanding dengan Tiongkok, dan menekankan pentingnya untuk mematuhi prinsip-prinsip Konstitusi Amerika Serikat.
Peringatan Edward Snowden dan kekhawatiran tentang pengawasan
Campur tangan Edward Snowden, mantan kontraktor NSA, menambahkan lapisan kompleksitas lain ke dalam debat tersebut. Snowden memperingatkan bahwa NSA hampir mendapatkan kendali penuh atas internet dan menyatakan kekhawatiran mengenai perluasan pada bagian 702 dari Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA)
Ini, menurutnya, bisa mengubah hampir setiap individu menjadi agen survei pemerintah.
Pandangan Holtzman tentang desentralisasi
David Holtzman, mantan profesional intelijen militer, menekankan pentingnya desentralisasi sebagai metode untuk melawan ancaman otoriter yang berkaitan dengan pengawasan melalui kecerdasan buatan. Holtzman menyoroti bagaimana sentralisasi blockchain dan AI dapat menimbulkan ancaman tak tertandingi dalam sejarah manusia.
Debat antara kebutuhan akan keamanan nasional dan perlindungan privasi pribadi terus menjadi topik panas dalam konteks teknologi yang sedang berkembang seperti mata uang kripto. Sementara beberapa legislator seperti Sean Casten melihat regulasi pro-kripto sebagai risiko keamanan potensial, yang lain, seperti Warren Davidson, mempertahankan kebebasan dan privasi individu sebagai pilar fundamental masyarakat Amerika.
Ketegangan antara survei pemerintah dan desentralisasi tetap menjadi titik diskusi penting untuk masa depan keamanan digital dan kedaulatan individu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Regulasi Pro-Kripto dan kekhawatiran keamanan nasional: kasus perwakilan Sean Casten
Selama dengar pendapat pada 5 Maret, yang diadakan di Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan, Anggota Sean Casten menyatakan kekhawatiran besar mengenai regulasi yang ramah terhadap cryptocurrency, dengan mengatakan bahwa hal ini dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat
Pernyataan ini dirilis dalam konteks debat mengenai “Undang-Undang Penangkal Konflik Taiwan 2025”, di mana Casten mengkritik tokoh-tokoh seperti Presiden Donald Trump dan pengusaha Elon Musk atas dukungan mereka terhadap regulasi-regulasi tersebut.
Tuduhan Casten: kriptokurensi dan risiko Ransomware
Sean Casten menunjukkan bahwa kebijakan pro-kripto dapat membuatnya “sama sekali tidak mungkin” untuk menentukan asal dana yang ditransfer, meningkatkan risiko kegiatan ilegal. Dia menekankan bagaimana 100% serangan ransomware di AS didanai melalui kripto, menyoroti perlunya menjaga hukum survei dan anti-pencucian uang tetap ketat.
Menanggapi pernyataan Casten, Anggota Kongres Warren Davidson, yang dikenal karena sikap pro-kriptocurrencynya, membela perlunya seimbang antara keamanan dan privasi. Davidson mengkritik pendekatan Casten sebagai haus akan “negara pengawasan”, sebanding dengan Tiongkok, dan menekankan pentingnya untuk mematuhi prinsip-prinsip Konstitusi Amerika Serikat.
Peringatan Edward Snowden dan kekhawatiran tentang pengawasan
Campur tangan Edward Snowden, mantan kontraktor NSA, menambahkan lapisan kompleksitas lain ke dalam debat tersebut. Snowden memperingatkan bahwa NSA hampir mendapatkan kendali penuh atas internet dan menyatakan kekhawatiran mengenai perluasan pada bagian 702 dari Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA)
Ini, menurutnya, bisa mengubah hampir setiap individu menjadi agen survei pemerintah.
Pandangan Holtzman tentang desentralisasi
David Holtzman, mantan profesional intelijen militer, menekankan pentingnya desentralisasi sebagai metode untuk melawan ancaman otoriter yang berkaitan dengan pengawasan melalui kecerdasan buatan. Holtzman menyoroti bagaimana sentralisasi blockchain dan AI dapat menimbulkan ancaman tak tertandingi dalam sejarah manusia.
Debat antara kebutuhan akan keamanan nasional dan perlindungan privasi pribadi terus menjadi topik panas dalam konteks teknologi yang sedang berkembang seperti mata uang kripto. Sementara beberapa legislator seperti Sean Casten melihat regulasi pro-kripto sebagai risiko keamanan potensial, yang lain, seperti Warren Davidson, mempertahankan kebebasan dan privasi individu sebagai pilar fundamental masyarakat Amerika.
Ketegangan antara survei pemerintah dan desentralisasi tetap menjadi titik diskusi penting untuk masa depan keamanan digital dan kedaulatan individu.