#通胀与货币政策 Melihat diskusi tentang aspek teknis BTC dan ETH dalam beberapa hari terakhir, saya ingin berbicara tentang garis dasar yang perlu dipertahankan oleh investor jangka panjang.
RSI yang sangat oversold, sinyal bottom yang jelas—kata-kata ini terdengar sangat menarik, dan memang ada data yang mendukung. Tapi saya perlu mengingatkan bahwa bagian bawah secara teknis sering kali menjadi saat emosi paling tidak terkendali. Setiap kali terjadi penurunan besar, selalu muncul suara "kembali ke rata-rata, tren yang harus dilanjutkan", dan memang kadang terbukti benar, tetapi lebih sering kita melihat gelombang demi gelombang "bottom".
Perubahan inflasi dan kebijakan moneter memang akan mempengaruhi logika alokasi aset. Pelonggaran kuantitatif, stimulus tunai—semua ini bisa mengubah ekspektasi. Tapi hal ini justru menunjukkan bahwa semakin besar perubahan ekspektasi kebijakan, semakin kita harus menjaga pengendalian diri. Jangan langsung menambah posisi karena "potensi kenaikan 50% sampai 100%", dan jangan biarkan sinyal oversold mengendalikan pengambilan keputusan.
Saran saya sangat sederhana: periksa apakah alokasi posisi Anda saat ini masih sesuai dengan toleransi risiko Anda, bukan mengikuti tren teknis. Jika alokasi aset Anda awalnya sudah masuk akal, maka menambah posisi secara moderat di area bottom bisa dipertimbangkan. Tapi syaratnya adalah Anda mampu menanggung penurunan lebih lanjut sebesar 20%, 30%, bahkan lebih. Sikap jangka panjang bukan sekadar slogan, melainkan ketahanan nyata untuk bertahan di tengah ketidakpastian.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#通胀与货币政策 Melihat diskusi tentang aspek teknis BTC dan ETH dalam beberapa hari terakhir, saya ingin berbicara tentang garis dasar yang perlu dipertahankan oleh investor jangka panjang.
RSI yang sangat oversold, sinyal bottom yang jelas—kata-kata ini terdengar sangat menarik, dan memang ada data yang mendukung. Tapi saya perlu mengingatkan bahwa bagian bawah secara teknis sering kali menjadi saat emosi paling tidak terkendali. Setiap kali terjadi penurunan besar, selalu muncul suara "kembali ke rata-rata, tren yang harus dilanjutkan", dan memang kadang terbukti benar, tetapi lebih sering kita melihat gelombang demi gelombang "bottom".
Perubahan inflasi dan kebijakan moneter memang akan mempengaruhi logika alokasi aset. Pelonggaran kuantitatif, stimulus tunai—semua ini bisa mengubah ekspektasi. Tapi hal ini justru menunjukkan bahwa semakin besar perubahan ekspektasi kebijakan, semakin kita harus menjaga pengendalian diri. Jangan langsung menambah posisi karena "potensi kenaikan 50% sampai 100%", dan jangan biarkan sinyal oversold mengendalikan pengambilan keputusan.
Saran saya sangat sederhana: periksa apakah alokasi posisi Anda saat ini masih sesuai dengan toleransi risiko Anda, bukan mengikuti tren teknis. Jika alokasi aset Anda awalnya sudah masuk akal, maka menambah posisi secara moderat di area bottom bisa dipertimbangkan. Tapi syaratnya adalah Anda mampu menanggung penurunan lebih lanjut sebesar 20%, 30%, bahkan lebih. Sikap jangka panjang bukan sekadar slogan, melainkan ketahanan nyata untuk bertahan di tengah ketidakpastian.