Rumor bahwa komputer kuantum suatu hari nanti dapat memecahkan keamanan Bitcoin telah muncul kembali — dan Adam Back, pendiri Blockstream dan salah satu kandidat utama untuk menjadi Satoshi Nakamoto, tidak diam saja. Tanggapannya jelas, secara teknis tepat, dan bertujuan membantah misinformasi sekali dan untuk selamanya.
🔹 Back: Bitcoin Tidak Menggunakan Enkripsi
Sebagai tanggapan terhadap gelombang ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (FUD) seputar ancaman kuantum, Back memposting: “Tip kecil untuk mereka yang menyebarkan keraguan kuantum: Bitcoin tidak menggunakan enkripsi. Pelajari dasar-dasarnya dengan benar, atau ini menunjukkan adanya kekurangan pengetahuan yang serius.” Pernyataan ini menargetkan salah satu kesalahpahaman paling umum — bahwa Bitcoin “dienkripsi” dan dapat “didekripsi” oleh mesin kuantum yang kuat. Pada kenyataannya, Bitcoin beroperasi sebagai buku besar publik, di mana semua transaksi, alamat, dan transfer sepenuhnya transparan. Fungsi kriptografi digunakan bukan untuk menyembunyikan data, tetapi untuk membuktikan bahwa sebuah transaksi telah disetujui oleh pemegang kunci yang benar.
🔹 Tidak Ada Kiamat Kuantum Segera
Ketika ditanya di mana risiko kuantum yang nyata mulai dan di mana salah paham berakhir, Back jelas: tidak ada ancaman serius jangka pendek terhadap Bitcoin dari komputasi kuantum.
Dia menjelaskan bahwa kita masih puluhan tahun dari kemampuan kuantum yang realistis yang dapat menantang model keamanan Bitcoin. “Dalam fisika terapan, masih ada masalah R&D besar yang harus diselesaikan sebelum komputer kuantum mencapai tingkat yang dapat digunakan dan skala.” Namun, dia percaya bahwa bersiap menghadapi kuantum dalam jangka panjang adalah pendekatan yang bijaksana, terutama dalam konteks infrastruktur kriptografi.
🔹 Keamanan Bitcoin Tidak Berdasarkan Enkripsi
Percakapan sering kali menyalahartikan peran kriptografi dalam Bitcoin. Blockchain bergantung pada: ECDSA (Elliptic Curve Digital Signature Algorithm) – untuk tanda tangan digital Schnorr signatures – diperkenalkan dengan Taproot SHA-256 – fungsi hash satu arah untuk membuktikan integritas data Alat-alat ini tidak mengenkripsi apa pun. Sebaliknya, mereka berfungsi untuk memverifikasi kepemilikan dan keaslian. Tidak ada yang perlu “didekripsi”, karena data Bitcoin sudah bersifat publik.
🔹 Bagaimana Dengan Algoritma Shor?
Secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat dapat menggunakan algoritma Shor untuk mendapatkan kunci pribadi dari kunci publik. Ini bisa menimbulkan risiko terhadap dompet lama di mana kunci publik sudah terungkap — misalnya, setelah transaksi dikirim. Namun, ini akan membutuhkan infrastruktur kuantum yang jauh di luar kemampuan saat ini.
🔹 Kesimpulan: Tidak Perlu Panik
Back dan banyak ahli kriptografi lainnya sepakat: komputer kuantum tidak menimbulkan ancaman praktis apa pun terhadap Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah. Untuk saat ini, mereka hanyalah alat eksperimen, bukan mesin yang dapat merusak blockchain. Seperti yang dikatakan Back dengan benar — alih-alih menyebarkan kepanikan, lebih baik memahami teknologi inti terlebih dahulu.
#bitcoin , #CryptoSecurity, #satoshiNakamato , #CryptoCommunity, #BTC
Tetap selangkah di depan – ikuti profil kami dan tetap informasikan tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency!
Artikel Terkait
Paus Bitcoin Awal Memindahkan Dana Jutaan Dolar ke Bursa, Situasi Timur Tengah Meningkatkan Tekanan Pasar
Enam Negara Bersatu Menstabilkan Pasar Energi, Harga Minyak Turun Hampir 2%, Bitcoin Rebound ke $70,800
Bitcoin Menunjukkan Ketangguhan di Tengah Dampak Ledakan Minyak, Level Dukungan Kunci $70,000 Menjadi Fokus Rebound
STRC saat ini mengungkapkan risiko MSTR: janji peningkatan kepemilikan Bitcoin mungkin tidak terpenuhi
Paus 1EnPnm Menarik 460 BTC Senilai $32.41M dari CEX Setelah Istirahat 3 Bulan