Morgan Stanley, bank investasi selama satu abad di Wall Street, sedang menggebrak pasar dengan strategi “serangan kilat” di bidang cryptocurrency. Setelah mengajukan permohonan peluncuran ETF spot Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL) pada hari Selasa, dalam waktu kurang dari 24 jam, mereka kembali mengajukan permohonan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS untuk meluncurkan ETF spot Ethereum (ETH). Serangan berantai ini tidak hanya mengejutkan pasar, tetapi juga menandai bahwa raksasa keuangan yang mengelola aset bernilai triliunan dolar ini sedang bertransformasi dari “pengamat” menjadi “peserta” secara menyeluruh. Berdasarkan pengungkapan dokumen pendaftaran S-1 di situs resmi SEC, Morgan Stanley berencana meluncurkan “Morgan Stanley Ethereum Trust”, yang selain secara langsung memegang dan mengikuti harga Ethereum, juga akan menginvestasikan sebagian asetnya ke dalam staking untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Perlu dicatat bahwa hasil staking dari ETF spot Ethereum ini tidak akan langsung didistribusikan kepada investor, melainkan tercermin dalam nilai aset bersih (NAV) dari dana tersebut. Desain ini berbeda dari beberapa pesaing, seperti ETF Ethereum milik Grayscale, yang telah mulai mendistribusikan hasil staking secara langsung kepada investor.